Chloe Star Rilis “My Apology” Jelang Tur Inggris Bareng NOAHFINNCE

Chloe Star merilis single terbaru berjudul “My Apology” pada 25 September 2026, beberapa pekan sebelum penyanyi-penulis lagu sekaligus seniman visual itu tampil dalam rangkaian tur Inggris bersama NOAHFINNCE. Lagu tersebut menjadi pengantar menuju agenda konser yang akan berlangsung pada 22–31 Oktober 2026.

“My Apology” dan pesan untuk diri sendiri

Dalam karya terbarunya, Chloe mengangkat pengalaman anak muda pada 2026, terutama rasa frustrasi ketika harus berhadapan dengan kesalahan dan kemunduran. Bagi musisi keturunan Persia dan Indigenous tersebut, “My Apology” merupakan bentuk permintaan maaf yang ditujukan kepada dirinya sendiri.

Chloe mengaku kerap merasa frustrasi ketika menghadapi kegagalan atau hambatan dalam hidup. Namun, proses itu perlahan membantunya memahami bahwa kesalahan merupakan bagian dari perjalanan, bukan penanda berakhirnya kemajuan.

“Lagu ini mengingatkan saya bahwa itu semua adalah bagian dari proses. Saya belajar untuk tidak terlalu keras pada diri sendiri dan menerima bahwa kemunduran tidak menghapus kemajuan yang telah saya capai,” ujar Chloe Star.

Secara musikal, lagu ini dibuka dengan permainan Rhodes yang lembut. Aransemen kemudian berkembang melalui ritme yang terinspirasi R&B, sementara vokal Chloe terdengar emosional dengan penyampaian yang tetap tertahan. Memasuki bagian chorus, bassline yang lebih hangat memberi perubahan suasana sebelum lagu ditutup permainan solo gitar.

Perpaduan tersebut menempatkan “My Apology” di antara pop alternatif, R&B, dan sentuhan soul. Warna lagunya juga mengingatkan pada karya Billie Eilish, Frank Ocean, dan D’Angelo. Chloe berharap lagu ini dapat menjadi pengingat bagi pendengar bahwa kesalahan adalah bagian dari kehidupan dan seseorang tetap dapat melanjutkan perjalanan setelah mengalaminya.

Delapan kota dalam tur Inggris

Usai merilis single tersebut, Chloe dijadwalkan menjadi special guest dalam tur Inggris NOAHFINNCE. Pertunjukan selama sembilan hari itu akan menyambangi delapan kota, yakni Cardiff, Birmingham, Leeds, Nottingham, London, Glasgow, Newcastle, dan Manchester.

Rangkaian konser ini menjadi salah satu langkah penting dalam perkembangan karier Chloe. Melalui pertunjukan tersebut, ia akan membawa materi musiknya ke hadapan audiens yang lebih luas di Inggris, sekaligus memadukan musik, seni visual, dan ekspresi budaya yang menjadi bagian dari identitas karyanya.

Perempuan berusia 28 tahun itu tumbuh di antara kawasan reservasi keluarganya di San Bernardino dan Los Angeles. Pengalaman hidup di kedua lingkungan tersebut turut membentuk perjalanan kreatifnya sejak usia dini.

Chloe mulai menulis jurnal dan mengeksplorasi berbagai bentuk seni ketika masih pra-remaja. Aktivitas itu menjadi ruang baginya untuk memahami pengalaman pribadi sekaligus mencari cara untuk menuangkannya ke dalam karya. Ia mulai memperkenalkan musiknya pada 2023 dan kemudian dikenal melalui karakter pop alternatif yang personal, ekspresif, serta berani.

Musiknya dipengaruhi Amy Winehouse, Nirvana, Janis Joplin, dan YUNGBLUD. Energi P!nk, Avril Lavigne, dan Paramore juga terdengar dalam karyanya, yang berpadu dengan nuansa pop alternatif kontemporer yang lebih gelap. Sejumlah pendengar dan media mengaitkan musik Chloe dengan Billie Eilish dan YUNGBLUD.

Perkembangan kariernya telah mendapat perhatian dari sejumlah media internasional, termasuk Rolling Stone, MTV UK, CLASH Magazine, NOTION Magazine, METAL Magazine, 1883 Magazine, dan EARMILK. Kini, setelah “My Apology” dirilis, Chloe bersiap memperkenalkan materi tersebut secara langsung melalui tur Inggris bersama NOAHFINNCE pada Oktober 2026.

Source link