Kompetensi Lebih Diutamakan dalam Penunjukan Pakar Partai sebagai Komisaris BUMN

JAKARTA — Penunjukan komisaris Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kembali menjadi sorotan setelah sejumlah kader partai politik masuk dalam jajaran tersebut. Di tengah perdebatan soal kedekatan politik dan kapasitas profesional, pakar kebijakan publik Universitas Padjadjaran, Asep Sumaryana, menegaskan bahwa ukuran utama tetaplah kompetensi.

Kompetensi Harus Jadi Patokan

Asep mengatakan pengisian jabatan komisaris BUMN semestinya tidak sekadar melihat afiliasi atau posisi politik seseorang. Menurut dia, calon komisaris perlu melewati proses seleksi yang ketat agar benar-benar sesuai dengan kebutuhan perusahaan pelat merah.

“Kalau boleh, ada tim fit and proper test yang mengkaji kapasitas dan kompetensi setiap calon agar relevan dengan jabatannya,” kata Asep saat dihubungi ANTARA dari Jakarta, Jumat. Ia juga menilai perlu ada aturan yang lebih tegas mengenai kriteria komisaris BUMN supaya proses penunjukan memiliki pegangan yang jelas.

Nama-Nama Kader Partai yang Masuk Komisaris

Pernyataan Asep muncul setelah publik mencermati sejumlah kader Partai Gerindra yang dilantik menjadi komisaris BUMN. Mereka antara lain anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Simon Aloysius Mantiri, Fuad Bawazier, Felicitas Tallulembang, dan kader Partai Gerindra Siti Nuriza Puteri Jaya.

Masuknya nama-nama tersebut memunculkan kembali pertanyaan lama: sejauh mana jabatan komisaris diisi berdasarkan kemampuan teknis dan pengalaman, bukan semata-mata karena kedekatan dengan partai atau struktur kekuasaan.

Gerindra Sebut Soal Kapasitas dan Keilmuan

Menanggapi sorotan itu, Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menyebut penunjukan kader partainya sebagai komisaris BUMN dilakukan untuk memperkuat perusahaan negara dengan kapasitas dan keilmuan yang dimiliki para kader tersebut.

Dasco juga menegaskan bahwa latar belakang para kader bisa diperiksa secara terbuka. “Dan kalau dicek latar belakangnya, cek saja itu nanti ‘kan bisa dilihat keilmuannya,” ujarnya.

Artikel ini ditulis oleh Rio Feisal dan diedit oleh D.Dj. Kliwantoro.

Source link