Pemilu Selesai, Ayo Bersatu Kembali – Yandri Susanto
Yandri Ajak Publik Menutup Babak Perdebatan Pemilu
Jakarta (ANTARA) – Wakil Ketua MPR RI Yandri Susanto menyerukan agar masyarakat tidak terus terjebak dalam silang pendapat usai Pemilu 2024. Lewat pantun yang disampaikannya, Yandri menegaskan bahwa momentum politik sudah lewat dan saatnya kembali menatap ke depan dengan semangat kebersamaan.
"Perjalanan jauh ke batu balai, jangan lupa mampir mandi. Pilpres 2024 telah usai, mari kita bersatu kembali," kata Yandri dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu.
Pernyataan itu ia sampaikan saat menghadiri halalbihalal Keluarga Besar Persatuan Warga Kabupaten Kaur (PWKK) dan Keluarga Besar Himpunan Keluarga Jurai Kedurang (HKJK) se-Jabodetabek dan Banten. Acara tersebut digelar di Gedung Nusantara IV, kompleks MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta.
Silaturahmi Jadi Jalan Redakan Ketegangan
Dalam forum yang kental dengan nuansa kekeluargaan itu, Yandri mendorong agar halalbihalal dimaknai lebih dari sekadar tradisi tahunan. Menurut dia, momen seperti ini bisa menjadi ruang untuk meredakan ketegangan yang sempat muncul selama masa pemilu.
"Kita akhiri perbedaan dan kita pererat tali silaturahmi," ujarnya.
Yandri menilai, setelah kontestasi politik selesai, energi masyarakat seharusnya diarahkan kembali pada kerja-kerja yang lebih produktif. Ia berharap suasana kebersamaan yang terbangun dalam acara tersebut dapat menjadi awal untuk memulihkan hubungan antarmasyarakat yang sempat renggang.
Bengkulu Diminta Terus Ambil Peran
Selain mengajak bersatu, Yandri juga menyoroti pentingnya kontribusi warga Bengkulu bagi daerah asal mereka. Ia meminta para peserta yang hadir untuk ikut berperan dalam pembangunan tanah kelahiran masing-masing.
"Keberhasilan yang dicapai hari ini merupakan berkah dan doa dari orang tua dan leluhur di Bengkulu. Kita harus berperan aktif dalam pembangunan tanah kelahiran kita," lanjut Yandri.
Dalam kesempatan itu, Yandri juga mengingatkan bahwa Bengkulu memiliki jejak penting dalam sejarah bangsa. Ia menyebut Ibu Fatmawati, tokoh perempuan asal Bengkulu yang menjahit bendera Merah Putih untuk pertama kalinya, sebagai kebanggaan daerah yang tak boleh dilupakan.
"Jangan lupa bahwa perempuan yang pertama kali menjahit bendera Merah Putih adalah Ibu Fatmawati. Putri asli Bengkulu," tuturnya.
Acara tersebut turut dihadiri Ketua PWKK Laksma TNI Taufik Arif, Ketua HKJK Idian Amani, Kepala Kantor Penghubung Provinsi Bengkulu Arif Munandar, Ketua Yayasan Bai Mahdi Sholeh Ma’mun Ratu Rachmatuzakiyah, dan Tenaga Ahli Wakil Ketua MPR Marisun.
Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: D.Dj. Kliwantoro
Copyright © ANTARA 2024
Source link

