Buah terong yang berlubang sebelum dipanen umumnya berkaitan dengan serangan hama, meski kerusakan juga dapat dipicu penyakit. Karena itu, pencegahan perlu dilakukan sejak tanaman mulai tumbuh melalui pemantauan rutin, sanitasi lahan, pengelolaan budidaya, hingga penggunaan pestisida secara terbatas dan tepat sasaran.
Kenali penyebab dan pantau tanaman secara berkala
Beberapa hama yang dapat merusak buah terong antara lain Penggerek Pucuk dan Buah Terong (Leucinodes orbonalis), Ulat Buah (Helicoverpa armigera), dan Lalat Buah (Bactrocera spp.). Serangan hama tersebut dapat dikenali melalui keberadaan telur, larva, lubang kecil, atau bagian tanaman yang mulai layu.
Pemeriksaan rutin membantu menemukan tanda serangan ketika kerusakan masih terbatas. Buah atau bagian tanaman yang terserang dapat segera dipetik dan disingkirkan agar hama tidak berkembang serta menyebar ke tanaman lain. Telur dan larva yang ditemukan juga dapat diambil secara manual.
Upaya pencegahan tanpa bahan kimia dapat dilakukan dengan menanam varietas yang lebih tangguh, memasang jaring atau perangkap, serta memanfaatkan musuh alami, tanaman refugia, dan agen hayati. Rotasi tanaman juga dapat diterapkan untuk membantu mengurangi tekanan hama di lahan.
Perkuat budidaya dan kebersihan lahan
Kondisi budidaya yang baik turut membantu menekan risiko buah berlubang. Langkahnya mencakup penggunaan benih berkualitas, pemupukan seimbang, pengaturan jarak tanam, serta pengelolaan air. Sanitasi lahan perlu dijaga dengan menyingkirkan bagian tanaman atau buah yang terserang.
Mulsa dapat digunakan pada kondisi yang sesuai. Pemilihan waktu tanam juga menjadi bagian dari pengelolaan tanaman, bersama dengan rotasi tanaman dan pemilihan varietas yang lebih tahan. Kombinasi langkah tersebut membantu menciptakan kondisi yang tidak mudah mendukung perkembangan hama dan penyakit.
Waspadai penyakit dan gunakan pestisida secara tepat
Kerusakan pada terong tidak selalu disebabkan serangga. Antraknosa, misalnya, dapat menimbulkan bercak cekung berwarna cokelat kehitaman pada buah. Bercak tersebut kemudian dapat berkembang menjadi busuk.
Pencegahan antraknosa dilakukan dengan menjaga kebersihan lahan, mengatur jarak tanam, memilih varietas yang lebih tahan, dan menggunakan mulsa bila kondisinya sesuai. Buah yang telah terinfeksi perlu segera dipetik dan dibuang untuk mengurangi risiko penyebaran penyakit ke buah lainnya.
Pestisida kimia sebaiknya dipertimbangkan ketika serangan hama sudah berat dan melewati ambang ekonomi. Produk yang dipilih harus disesuaikan dengan jenis hama sasaran, sedangkan dosis dan cara aplikasinya perlu mengikuti petunjuk pada label.
Penggunaan bahan aktif secara bergantian juga penting untuk membantu mencegah resistensi hama. Pestisida tetap sebaiknya ditempatkan sebagai bagian dari pengendalian hama terpadu, bukan satu-satunya cara untuk mencegah buah terong berlubang.

