Menjemur pakaian di bawah sinar matahari langsung dapat menjadi salah satu cara untuk membantu mengatasi ngengat pakaian. Paparan panas dan cahaya matahari yang terik mampu membunuh larva serta telur ngengat yang menempel pada kain. Agar hasilnya lebih efektif, pakaian dapat disikat atau ditepuk ketika dijemur. Cara ini membantu merontokkan telur yang menempel longgar pada serat kain.
Telur cepat menetas, larva bisa bertahan lama
Telur ngengat tidak selalu langsung terlihat karena ukurannya kecil dan dapat menempel di sela-sela serat pakaian. Dalam kondisi cuaca hangat, telur tersebut bisa menetas dalam waktu sekitar empat hingga 10 hari. Setelah menetas, larva atau ulat ngengat menjadi bagian yang merusak pakaian karena terus memakan serat tertentu.
Fase larva dapat berlangsung jauh lebih lama daripada masa telur. Bergantung pada ketersediaan makanan dan suhu, larva bisa bertahan di dalam lemari selama dua bulan hingga 2,5 tahun. Karena itu, membersihkan pakaian saja tidak cukup jika bagian dalam lemari masih menyimpan telur atau kondisi yang mendukung larva untuk terus hidup.
Membersihkan lemari dengan larutan cuka dapat menjadi pilihan tambahan. Cuka tidak menjamin telur ngengat mati secara instan seperti paparan panas. Namun, pembersihan menggunakan larutan tersebut disebut efektif untuk mengubah pH permukaan lemari sekaligus menghilangkan feromon yang dapat memandu ngengat lain bertelur di lokasi yang sama.
Mengapa hanya pakaian tertentu yang rusak?
Ngengat tidak memakan semua jenis kain dengan tingkat yang sama. Larvanya membutuhkan protein keratin untuk tumbuh. Protein tersebut terdapat pada serat alami yang berasal dari hewan, seperti wol, sutra, bulu, dan kulit.
Katun dan bahan sintetis umumnya jarang dimakan oleh larva ngengat. Namun, kain berbahan tersebut tetap dapat menjadi sasaran apabila terkena noda makanan atau keringat. Kondisi itu membuat pakaian lebih rentan didatangi ngengat dibandingkan kain yang bersih.
Alternatif selain kapur barus
Kapur barus atau kamper bukan satu-satunya cara untuk menangani ngengat di lemari. Bahan ini memang efektif, tetapi mengandung naftalena atau paradiklorobenzena yang termasuk pestisida beracun. Penggunaannya dapat meninggalkan risiko residu kimia.
Metode fisik dapat dipilih sebagai alternatif tanpa risiko residu tersebut. Pembekuan, pencucian dengan air panas, dan dry cleaning disebut sama efektifnya untuk mengatasi ngengat. Metode-metode itu dapat dipadukan dengan penjemuran di bawah matahari langsung serta pembersihan lemari agar telur dan larva tidak terus bertahan di antara pakaian.

