Sering Biarkan Baterai HP 0 Persen? Ini Dampak Buruknya

Membiarkan ponsel digunakan hingga baterainya menunjukkan angka 0 persen bukan kebiasaan yang ideal jika dilakukan berulang kali. Meski perangkat biasanya akan berhenti bekerja sebelum sel baterai benar-benar kehilangan seluruh dayanya, penggunaan sampai level sangat rendah dapat menambah beban pada baterai lithium-ion yang dipakai sebagian besar ponsel modern.

Kebiasaan tersebut kerap dilakukan karena pengguna sedang bepergian, lupa membawa charger, atau ingin memaksimalkan waktu pemakaian sebelum mengisi daya. Namun, dalam jangka panjang, pola itu dapat berpengaruh terhadap umur baterai. Kapasitas baterai lithium-ion memang akan menurun secara bertahap seiring pemakaian dan bertambahnya jumlah siklus pengisian.

Angka 0 Persen Bukan Berarti Sel Baterai Benar-Benar Kosong

Indikator 0 persen pada layar tidak selalu berarti baterai telah kehilangan seluruh energinya. Menurut Battery University, ponsel umumnya dilengkapi sistem perlindungan yang mematikan perangkat sebelum sel lithium-ion mencapai kondisi kosong sepenuhnya.

Cadangan daya tersebut berfungsi mengurangi risiko kerusakan akibat pelepasan energi terlalu dalam. Karena itu, ponsel yang mati ketika menunjukkan 0 persen sebenarnya tidak berada dalam kondisi sel baterai yang benar-benar tanpa daya. Meski demikian, membiarkan perangkat berulang kali berada pada tingkat daya yang sangat rendah tetap bukan pola penggunaan yang disarankan.

Siklus Pengisian Tidak Harus Dimulai dari 0 Persen

Pengguna juga tidak perlu sengaja menghabiskan baterai sampai 0 persen untuk menghitung satu siklus pengisian. Apple menjelaskan, satu siklus terjadi ketika total penggunaan baterai telah mencapai 100 persen, meskipun penggunaan tersebut berlangsung dalam beberapa kali pemakaian dan pengisian.

Sebagai contoh, pemakaian 75 persen kapasitas pada satu hari lalu 25 persen pada hari berikutnya akan dihitung sebagai satu siklus. Dengan pengertian ini, siklus baterai tidak berarti ponsel harus selalu digunakan dari kondisi penuh hingga mati dalam satu kali pemakaian.

Penggunaan Moderat Lebih Baik bagi Baterai

Pelepasan daya yang sangat dalam atau deep discharge memberikan tekanan lebih besar pada baterai lithium-ion dibandingkan penggunaan dalam rentang yang lebih moderat. Battery University mencatat, mengosongkan baterai hingga habis lalu mengisinya kembali sampai penuh dapat menimbulkan tekanan yang tidak diperlukan.

Ketika daya ponsel mulai mendekati kondisi kritis, pengguna sebaiknya segera mencari sumber listrik atau mengaktifkan mode hemat baterai. Langkah itu dapat membantu menghindari perangkat terlalu lama berada pada level daya yang sangat rendah.

Google juga tidak menyarankan pengguna membiasakan diri mengosongkan baterai ponsel. Dengan demikian, pengisian daya tidak perlu menunggu indikator mencapai 0 persen. Yang perlu dihindari adalah pola penggunaan berulang yang membuat baterai terus-menerus berada pada kondisi sangat rendah sebelum kembali diisi.

Source link