Kisah Def Leppard membangun karier dari lingkungan kelas pekerja di Sheffield hingga menjelma sebagai salah satu band rock terbesar dunia akan hadir di bioskop pada awal 2027. Perjalanan tersebut menjadi fokus “Long Live Def Leppard”, film dokumenter panjang pertama tentang band asal Inggris itu yang dibuat dengan persetujuan resmi para personelnya.
Dokumenter ini disutradarai Jeff Feuerzeig, filmmaker di balik “The Devil and Daniel Johnston” serta “Author: The JT LeRoy Story”. Untuk penayangan di Amerika Utara, hak distribusinya telah diperoleh Crosswalk, divisi event cinema milik Bleecker Street.
Film tersebut dikembangkan melalui kolaborasi langsung dengan Def Leppard. Selain menggunakan rekaman arsip yang belum pernah dirilis, tim produksi memperoleh akses eksklusif kepada formasi band yang terdiri atas vokalis Joe Elliott, gitaris Phil Collen dan Vivian Campbell, pemain bass Rick Savage, serta drummer Rick Allen.
Dari penggemar menjadi sutradara
Keterlibatan Feuerzeig berangkat dari hubungannya dengan musik Def Leppard yang telah berlangsung selama beberapa dekade. Ia pertama kali mengetahui band itu pada 1981 melalui sebuah artikel di majalah Creem. Pada musim panas tahun yang sama, Feuerzeig menyaksikan mereka menjadi penampil pembuka konser Ozzy Osbourne dalam tur “Blizzard of Ozz” di Convention Hall, Asbury Park.
“Saya langsung terpikat dan menjadi penggemar mereka seumur hidup. Merupakan sebuah kehormatan bisa bekerja sama dengan para personel Def Leppard dan membawa kisah mereka ke layar,” kata Feuerzeig dalam keterangan mengenai akuisisi film tersebut.
Menurut Feuerzeig, “Long Live Def Leppard” tidak hanya menyajikan cerita tentang popularitas, pesta, dan kehidupan bintang rock. Film itu juga menyoroti kegigihan sekelompok anak muda dari Sheffield dalam menembus industri musik dunia. Def Leppard tercatat telah menjual lebih dari 110 juta album secara global dan menjadi bagian dari Rock & Roll Hall of Fame.
Kesuksesan dan tragedi yang mengubah perjalanan band
Sejumlah fase penting setelah keberhasilan album “Pyromania” dan “Hysteria” turut dibahas dalam dokumenter. Di tengah popularitas besar, Def Leppard menghadapi dua tragedi yang kemudian menjadi bagian penting dari perjalanan panjang mereka.
Pada 1984, Rick Allen mengalami kecelakaan mobil yang menyebabkan lengan kirinya harus diamputasi. Ia tetap melanjutkan karier bersama Def Leppard, lalu mengembangkan teknik bermain drum dengan satu tangan menggunakan perangkat khusus.
Band tersebut kembali kehilangan salah satu personel utamanya ketika gitaris Steve Clark meninggal dunia pada 1991. Permainan Clark, terutama riff kuat dan melodi yang mudah diingat, merupakan salah satu unsur penting dalam karakter musik Def Leppard. Kepergiannya menjadi pukulan berat bagi grup yang ketika itu berada di puncak ketenaran. Def Leppard kemudian melanjutkan aktivitas dan bertahan sebagai grup rock selama puluhan tahun.
Melibatkan sejumlah perusahaan produksi dan musik
CEO Bleecker Street Kent Sanderson menilai perjalanan karier dan pertunjukan panggung Def Leppard memiliki daya tarik untuk dihadirkan dalam format film. Ia berharap dokumenter tersebut dapat menjangkau penggemar lama sekaligus memperkenalkan musik band itu kepada penonton baru.
“Long Live Def Leppard” dibiayai Sobey Road Entertainment. Produser eksekutifnya meliputi Nigel Sinclair dan Cassidy Hartmann dari White Horse Pictures, Stuart Goldstein dan Rosie Taylor dari Vice Studios, serta Andrew Trapani dari Sobey Road Entertainment. Sejumlah eksekutif dari Universal Music Group, Primary Wave Music, Hidden Pictures, Sony Music Publishing, dan CSM Management juga terlibat.
Amy Rattray dari Vice Studios bertugas sebagai line producer. Kesepakatan distribusi dinegosiasikan oleh Avy Eschenasy untuk Crosswalk bersama Kevin Iwashina dari Audiovisuel, yang mewakili tim pembuat film.

