Dongker Rilis Album Melankolia Radikal: Mendalami Kesedihan

Melankolia Radikal: Dongker Rilis Album tentang Kesedihan yang Mengakar

Kesedihan menjadi pengalaman yang semakin akrab bagi banyak anak muda. Menurut laporan terbaru dari WHO, satu dari empat remaja mengaku sering merasa murung. Kondisi ini mencerminkan tekanan emosional yang dihadapi generasi muda dalam kehidupan sehari-hari.

Band asal Bandung, Dongker, terinspirasi oleh situasi ini ketika mereka mengerjakan album kedua mereka, ‘Melankolia Radikal’. Mereka melihat bahwa kesedihan bukan hanya singgah sebagai emosi sesaat, tetapi bisa tumbuh dalam diri seseorang dan memengaruhi cara pandangnya terhadap dunia.

Perjalanan Menuju ‘Melankolia Radikal’

Dongker, setelah merilis album debut ‘Ceriwis Necis’ dan berkolaborasi dengan Jason Ranti, kembali dengan album ‘Melankolia Radikal’. Mereka memperkenalkan materi album ini melalui showcase “Melankolia di Kolong” di Bandung sebelum merilis sebelas lagu dalam album.

‘Melankolia Radikal’ merujuk pada kesedihan yang akarannya dalam relasi antarmanusia, keluarga, lingkungan, dan kehidupan sosial. Dongker ingin menyampaikan bahwa banyak orang bisa merasakan kesedihan yang sama dalam kondisi tertentu.

Menyampaikan Kisah Lewat Lagu

Kesebelas lagu dalam ‘Melankolia Radikal’ merekam berbagai bentuk kegelisahan – dari “Selamat Malam Tuhan” hingga “Lagu Selepas Hujan”. Kolaborasi dengan Cholil Mahmud dan Banda Neira turut menambah kedalaman cerita dalam album ini.

Dalam artwork album, Dongker menampilkan interpretasi visual dari kesedihan dengan karakteristik punk. Mereka ingin menyampaikan pesan tentang realitas yang kabur di tengah berbagai informasi terbatas dan himbauan yang tidak masuk akal dari pejabat.

Bagi Dongker, ‘Melankolia Radikal’ bukan hanya sekadar album, melainkan catatan mengenai kondisi personal dan sosial yang mereka rasakan sebagai warga negara Indonesia. Album ini mencerminkan kegagalan dalam relasi pribadi dan publik, serta kekecewaan terhadap sistem.

Bagi mereka, album ini diisi dengan kesadaran penuh sebagai warga negara yang merasakan bahwa negara telah gagal mendukung rakyatnya. ‘Melankolia Radikal’ kini sudah dapat dinikmati melalui berbagai platform streaming musik digital.

Source link