Music Industry Therapy Collective: Pay It Forward Fund

Kesehatan Mental Para Musisi dan Kru Tur Kini Mendapat Perhatian

Kesehatan mental para musisi dan kru tur kini semakin mendapat perhatian, terutama dengan meningkatnya kesadaran akan berbagai tantangan yang mereka hadapi selama rangkaian pertunjukan. Jadwal yang padat, perjalanan yang panjang, waktu istirahat yang terbatas, serta tekanan dari pekerjaan dapat menjadi beban tersendiri bagi mereka yang menghabiskan banyak waktu di jalan.

Pay It Forward Fund: Inisiatif Terbaru untuk Dukung Kesehatan Mental

Salah satu inisiatif terbaru adalah “Pay It Forward Fund”, dana yang dirancang khusus untuk membantu musisi dan kru yang terlibat dalam tur berskala kecil hingga menengah. Program ini diluncurkan oleh Music Industry Therapy Collective CIC (MITC), sebuah organisasi yang fokus pada penyediaan dukungan kesehatan mental bagi para pekerja di industri musik.

Dana awal yang berhasil dikumpulkan mencapai £272 ribu, atau sekitar 6.5 miliar rupiah berdasarkan nilai tukar saat ini. Beberapa pihak telah memberikan dukungan pendanaan, seperti AEG, Live Nation, Philip Selway dari Radiohead, serta Live Free 999, yayasan amal yang didirikan oleh Carmela Wallace, ibu dari mendiang rapper Juice Wrld.

Tujuan dan Manfaat Program

Program “Pay It Forward Fund” memiliki tujuan yang cukup spesifik. Dana ini ditujukan untuk tim yang menjalani tur kecil dan menengah, yang sering kali harus beroperasi dengan anggaran yang lebih terbatas. Musisi dan kru dapat mengajukan bantuan untuk mendapatkan dukungan kesehatan mental dari tenaga profesional selama mereka menjalani tur.

Pada tahap awal, program ini akan memilih 50 tim tur sebagai bagian dari proyek percontohan yang berlangsung selama tiga tahun. Diharapkan, bantuan ini dapat memberikan akses kepada layanan khusus yang selama ini sulit dijangkau oleh pekerja tur, terutama ketika anggaran perjalanan harus dibagi untuk berbagai kebutuhan produksi.

Pendiri MITC, Tamsim Embleton, menyatakan bahwa dana ini tidak hanya ditujukan untuk membantu saat seseorang sudah berada dalam kondisi krisis. Menurutnya, dukungan kesehatan mental seharusnya tersedia sejak seseorang mulai merasakan tekanan, sehingga pencarian bantuan tidak perlu menunggu hingga keadaan menjadi lebih parah.

“Pay It Forward Fund bertujuan membuat dukungan khusus dapat diakses oleh tur yang beroperasi dengan anggaran terbatas, Tapi program ini juga ingin mengubah anggapan bahwa bantuan hanya perlu dicari ketika seseorang sudah berada dalam kondisi krisis,” ujar Embleton.

Pendaftaran dan Kehadiran Dana

Pendaftaran untuk putaran pertama program ini dibuka hingga 30 September 2026. Kesempatan ini terbuka bagi tim tur dari berbagai negara, dengan satu syarat utama terkait jadwal perjalanan. Tur berikutnya harus dimulai dalam periode Oktober hingga Desember 2026.

Kehadiran dana ini menunjukkan perhatian yang semakin besar terhadap kondisi para pekerja di balik pertunjukan musik. Musisi memang menjadi wajah yang paling terlihat dalam sebuah tur, tapi keberlangsungan setiap pertunjukan juga bergantung pada banyak kru yang bekerja selama perjalanan.

Dengan dukungan profesional yang tersedia sejak awal, “Pay It Forward Fund” diharapkan dapat membantu tim tur menghadapi tekanan pekerjaan tanpa harus menunggu munculnya kondisi darurat.

Source link