Mighfar Suganda Siap Meluncurkan Mini Album “Semesta Nirvana”
Mighfar Suganda bersiap meluncurkan mini album terbarunya, “Semesta Nirvana”, yang mengisahkan perjalanan kehidupan, cinta, keluarga, persahabatan, impian, kehilangan, dan penerimaan terhadap kenyataan. Rilisan ini juga akan disertai video musik untuk lagu “Semesta”, yang menjadi elemen penting dalam narasi album ini.
Perjalanan Emosional Manusia dalam Mini Album “Semesta Nirvana”
“Semesta Nirvana” mengajak pendengar merasakan perjalanan emosional manusia, mulai dari memiliki impian dan harapan, merasakan kebahagiaan, hingga menghadapi patah hati dan kegagalan, serta belajar menerima kenyataan yang kadang tidak sesuai harapan. Dalam mini album ini, Mighfar menyajikan dua lagu, “Semesta” dan “Nirvana”, yang saling terhubung dalam satu cerita.
Konsep tersebut membuat kedua lagu dirancang untuk didengarkan secara berurutan. “Nirvana” menyuguhkan kisah cinta yang mendalam, sekaligus menimbulkan pertanyaan tentang sosok yang menjadi tujuan perasaan tersebut. Di sisi lain, “Semesta” membawa pendengar pada realitas ketika harapan dan impian bertemu dengan kehidupan yang tidak selalu sesuai keinginan.
“Semesta” menjadi inti cerita dengan tema tentang manusia yang memilih untuk terus hidup meski harus menghadapi berbagai tantangan. Lagu ini menggunakan pola ritme 6/8, berbeda dari karya-karya Mighfar sebelumnya yang lebih banyak menggunakan ketukan 4/4. Eksplorasi ini bertujuan untuk memperkuat perubahan emosi dalam lagu, dari suasana tenang menuju bagian yang semakin intens.
Visual Teatrikal dan Sinematik dalam Video Musik “Semesta”
Video musik “Semesta” memperluas narasi tersebut melalui visual yang teatrikal dan sinematik. Dengan latar alam terbuka, video ini menggambarkan perjalanan kehidupan manusia dari pertemuan, kebersamaan, konflik, hingga perpisahan. Dua karakter utama ditempatkan di ujung dermaga sebagai simbol ruang yang mempertemukan mereka.
Di awal cerita, kedua karakter digambarkan sebagai individu yang terasing. Pertemuan mereka kemudian mengubah suasana dari kesepian menjadi kehangatan. Hubungan yang terjalin menggambarkan dua orang yang saling mencintai, tapi harus berhadapan dengan perbedaan agama yang pada akhirnya memisahkan mereka.
Simbol dua tangan yang saling berhadapan menjadi elemen penting dalam video. Adegan ini menunjukkan dua orang yang merasakan hal yang sama, tetapi tidak bisa menuju tujuan yang serupa. Setelah perpisahan, posisi kedua karakter berubah. Salah satu karakter yang sebelumnya berdiri sendiri kini digantikan oleh karakter lainnya di tempat yang sama.
Visual tersebut mengarah pada ide tentang siklus kehidupan. Manusia terus lahir, tumbuh, mencintai, kehilangan, dan akhirnya meninggalkan dunia, sementara generasi baru muncul dengan masalah yang mirip. Meskipun zaman berubah, isu mengenai keluarga, cinta, persahabatan, impian, dan kehilangan tetap menjadi bagian dari kehidupan manusia.
Video musik “Semesta” juga menyampaikan pesan bahwa tidak ada yang bisa mengetahui bagaimana akhir hidupnya. Setiap keputusan membawa konsekuensi, dan tidak ada kesempatan untuk mengulang masa lalu. Dalam ketidakpastian ini, manusia tetap memilih untuk menjalani hidup, meskipun harus menghadapi kegagalan berulang kali.
Mini album ini memiliki keterkaitan dengan novel pertama Mighfar Suganda, “Semesta Yang Dinaungi”, yang diterbitkan oleh Aksara. Novel ini memperluas cerita dan ide yang ada dalam lagu “Semesta”, di mana setiap babnya berkaitan dengan perjalanan emosional yang dihadapi oleh Mighfar.
Peluncuran “Semesta Nirvana”, lagu “Semesta”, novel “Semesta Yang Dinaungi”, dan video musiknya membentuk rangkaian karya yang saling melengkapi. Cerita yang disampaikan Mighfar mencakup perjalanan dari penolakan terhadap kenyataan, rasa kehilangan, proses penerimaan, hingga usaha untuk melanjutkan hidup.
Perjalanan tersebut memiliki hubungan personal dengan perjalanan karier Mighfar. Ia mulai menulis dan merilis musik pada 2020 setelah meninggalkan pekerjaannya dan menggunakan musik sebagai ruang untuk memulihkan diri. Seiring berjalannya waktu, karyanya berhasil menarik perhatian banyak pendengar.
Lagu-lagu Mighfar kini telah mengumpulkan lebih dari 300 juta pemutaran di berbagai platform, dengan jumlah pendengar Spotify bulanan yang mencapai lebih dari 1,2 juta. Karyanya seperti “Gemuruh Riuh” dan “Anti Hero” mendapatkan perhatian yang luas, sementara musiknya terus menjangkau pendengar dari berbagai generasi.
Melalui “Semesta Nirvana” dan video musik “Semesta”, Mighfar Suganda kembali membawa kisah personal tentang manusia dan segala ketidakpastiannya. Pada akhirnya, hidup harus tetap dijalani meskipun tidak ada yang tahu bagaimana cerita ini akan berakhir.

