Menjaga Kualitas Air Kolam Nila di Bawah Hidroponik: Tips dan Trik Penting!
pH merupakan salah satu parameter vital dalam sistem akuaponik yang menghubungkan ikan, tanaman, dan bakteri nitrifikasi. Menurut New Mexico State University (NMSU), pH memengaruhi toksisitas amonia dan kinerja bakteri nitrifikasi secara signifikan.
Kenali Kisaran pH Optimal
NMSU merekomendasikan kisaran pH optimal untuk sistem akuaponik nila sekitar 6,5–7. Namun, rentang 6,4–7,4 masih dapat ditoleransi oleh semua komponen sistem tersebut meskipun tidak sama-sama ideal.
Pemeriksaan pH harus dilakukan secara rutin dengan alat uji air agar perubahan pH dapat dideteksi sejak dini. Penurunan pH yang lambat perlu dicatat untuk tindakan perbaikan yang tepat waktu.
Pastikan Kadar Oksigen Terlarut Tinggi
Kadar oksigen terlarut (DO) yang cukup penting untuk kolam nila akuaponik. NMSU menyarankan agar DO selalu berada pada 5 ppm atau lebih untuk mendukung kebutuhan ikan dan bakteri nitrifikasi.
Penggunaan aerator, batu aerasi, atau pompa air yang tepat dapat membantu menjaga kadar oksigen. Sirkulasi air secara efektif juga dapat mencegah stagnasi yang berpotensi merugikan bagi ikan.
Atur Level Amonia dengan Baik
Pengendalian amonia merupakan hal krusial dalam akuaponik. Amonia berasal dari kotoran ikan dan sisa pakan yang terurai dalam air. NMSU menyarankan agar Total Ammonia Nitrogen (TAN) tetap di bawah 1 ppm untuk mencegah toksisitas pada ikan.
Pemberian pakan yang tepat dan mengatur jumlahnya dapat mengurangi produksi amonia. Selain itu, menjaga agar padatan tidak menumpuk dan menjalani proses pembusukan yang dapat meningkatkan kandungan amonia juga penting.

