Kapal Induk Baru TNI AL: KRI Gajah Mada yang Dilahirkan dari Giuseppe Garibaldi
Jakarta – Kapal induk Giuseppe Garibaldi dikabarkan akan segera menjadi bagian dari armada TNI Angkatan Laut dengan proyeksi menjadi kapal induk pertama yang dimiliki Indonesia. Kapal ini telah melakukan pelayaran dari Italia dan dijadwalkan tiba di Indonesia pada pertengahan September mendatang.
Spesifikasi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
Kapal induk Giuseppe Garibaldi memiliki panjang 180,2 meter dan lebar mencapai 23,4 meter pada bagian garis air. Dibangun di galangan kapal Cantieri Navali Monfalcone, Italia, kapal ini memiliki berat sekitar 13.850 ton dengan kemampuan melaju hingga kecepatan 30 knot.
Giuseppe Garibaldi menggunakan sistem COGAG (Combined Gas and Gas) dengan empat turbin gas FIAT/GE LM-2500 yang mampu menghasilkan daya sekitar 60.400 kilowatt. Kapal ini juga dilengkapi dengan berbagai persenjataan untuk pertahanan diri, termasuk rudal antipesawat Aspide dan sistem senjata DARDO dengan meriam Breda 40/70.
Selain itu, kapal ini memiliki kemampuan membawa hingga 18-20 pesawat dalam konfigurasi tertentu, termasuk helikopter dan pesawat tempur taktis STOVL AV-8B Plus Harrier II.
KRI Gajah Mada: Penerus Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
Setibanya di Indonesia, Giuseppe Garibaldi akan berganti nama menjadi KRI Gajah Mada dan menggunakan bendera Merah Putih. Prosesi pergantian bendera dan pengukuhan kapal direncanakan berlangsung pada 25 September 2026.
Sebagai kapal induk terbaru TNI AL, KRI Gajah Mada direncanakan akan menjadi salah satu kapal terbesar dalam jajaran armada TNI Angkatan Laut dengan kemampuan membawa pesawat, helikopter, serta berbagai sistem persenjataan dan pertahanan yang memadai.
Akan sangat menarik untuk melihat bagaimana kepemilikan kapal induk pertama ini akan memperkuat pertahanan laut Indonesia dan memberikan berbagai kontribusi dalam operasi angkatan laut ke depan. Semoga kehadiran KRI Gajah Mada dapat menjadi aset berharga bagi kedaulatan laut Indonesia.

