Skandal Foto BLACKPINK: AI Editing dan Penggunaan Tanpa Izin

BLACKPINK Disebut Diambil Untuk Iklan Tanpa Izin

Publik tengah ramai membicarakan kontroversi penggunaan foto BLACKPINK oleh brand Korea Selatan, Yunse. Brand ini menuai kritik tajam setelah dituduh menggunakan editan berbasis kecerdasan buatan atau AI terhadap foto member BLACKPINK tanpa izin untuk kepentingan promosi.

Unggahan Kontroversial

Kontroversi bermula ketika sejumlah netizen menemukan unggahan promosi Yunse yang menggunakan foto selfie viral BLACKPINK saat mereka menghadiri acara Met Gala. Dalam foto aslinya, para member BLACKPINK terlihat mengambil mirror selfie di acara tersebut.

Keberatan Penggemar

Netizen menuduh Yunse telah memanipulasi foto tersebut dengan tools AI untuk mengubah detail tertentu, termasuk pakaian para member. Selain itu, nama brand Yunse juga disertakan pada hasil editan tersebut sebelum digunakan untuk kepentingan promosi.

Penggunaan foto BLACKPINK tanpa izin langsung memicu reaksi keras dari penggemar dan pengguna media sosial lainnya. Banyak yang merasa tindakan tersebut tidak etis karena menggunakan citra artis terkenal tanpa persetujuan resmi.

Perdebatan Soal Privasi dan Penggunaan AI

Tindakan Yunse ini turut memunculkan perdebatan mengenai penggunaan teknologi AI dalam industri pemasaran dan hiburan. Banyak brand dan kreator digital kini memanfaatkan AI untuk mengedit foto artis tanpa izin langsung dari pihak terkait.

Keberatan publik terhadap tren penggunaan AI semakin membesar, karena dinilai dapat merusak privasi, citra, dan hak komersial para artis. Selain itu, khawatir manipulasi visual semakin sulit dibedakan dari foto asli akibat penggunaan AI tanpa batas.

Source link