Pentingnya Waspadai Risiko Paparan BPA dari Galon Berusia Lama

Galon Lama Berisiko Ancam Kesehatan, Waspada Risiko Paparan BPA

Isu kesehatan terkait penggunaan galon guna ulang berusia lama atau “Ganula” kembali mencuat, menunjukkan potensi risiko serius yang perlu diwaspadai. Konsumsi air minum dalam kemasan di Indonesia menemui tantangan baru dengan temuan adanya galon tua yang masih beredar di pasaran.

Kondisi Galon Tua Mengancam Kesehatan

Menurut laporan pengaduan konsumen, sebanyak 92% pengguna air minum dalam kemasan galon menyatakan kekhawatiran terhadap galon guna ulang yang sudah berumur tua. Galon yang kusam, kotor, berlumut, atau retak menjadi sorotan utama yang menimbulkan kekhawatiran akan kualitas air minum yang dikonsumsi sehari-hari.

David Tobing, Ketua KKI, menjelaskan bahwa galon “Ganula” tertua yang dilaporkan oleh konsumen diproduksi pada tahun 2015 atau sudah berusia 11 tahun. Penggunaan galon lama dapat meningkatkan paparan zat kimia berbahaya, terutama Bisphenol A (BPA) yang umum digunakan dalam pembuatan plastik polikarbonat sebagai bahan utama galon guna ulang.

Risiko Kesehatan Akibat BPA

BPA dapat melepaskan zat berbahaya ke dalam air minum seiring degradasi struktur plastik galon. Para pakar merekomendasikan penggantian galon guna ulang setiap 1 tahun atau 40 kali penggunaan untuk mencegah paparan berlebihan terhadap BPA yang dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius, seperti obesitas, diabetes, hingga gangguan reproduksi.

Paparan BPA dalam jangka panjang telah terbukti meningkatkan risiko penyakit metabolik dan gangguan hormon serta reproduksi. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap produk galon guna ulang berusia lama guna menjaga kesehatan dan keamanan konsumsi air minum sehari-hari.

Source link