Hangzhou Kian Agresif Menarik Wisatawan Indonesia dengan Warisan Dunia dan Insentif Belanja
Hangzhou, ibu kota Provinsi Zhejiang, Tiongkok, sedang menempatkan diri sebagai salah satu destinasi yang paling serius mengincar wisatawan internasional, termasuk dari Indonesia. Kota ini bukan sekadar menawarkan panorama populer, tetapi juga membawa jejak panjang peradaban Tiongkok yang telah berlangsung lebih dari lima ribu tahun. Di tengah tren perjalanan luar negeri warga Indonesia yang masih kuat, Hangzhou mencoba tampil sebagai kota yang lengkap: bersejarah, modern, dan ramah bagi turis asing.
Warisan Dunia yang Jadi Daya Tarik Utama
Salah satu modal terbesar Hangzhou ada pada tiga Situs Warisan Dunia UNESCO yang dimilikinya. Danau Barat, Kanal Besar, dan Situs Arkeologi Kota Liangzhu masing-masing menghadirkan lapisan cerita yang berbeda tentang perjalanan sejarah Tiongkok. Kombinasi ini membuat Hangzhou tidak hanya menarik untuk wisata santai, tetapi juga kuat sebagai tujuan budaya yang punya nilai sejarah tinggi.
Danau Barat dikenal luas sebagai ikon kota yang memadukan lanskap alam dengan nuansa klasik, sementara Kanal Besar menunjukkan pentingnya jalur air dalam perkembangan peradaban dan perdagangan. Di sisi lain, Situs Arkeologi Kota Liangzhu memberi gambaran tentang jejak awal kebudayaan yang pernah tumbuh di kawasan tersebut. Bagi wisatawan yang mencari pengalaman lebih dari sekadar berfoto, tiga situs ini memberi alasan kuat untuk singgah lebih lama.
Bidik Pasar Indonesia Lewat Wisata dan Belanja
Upaya promosi Hangzhou juga tidak lepas dari besarnya minat wisatawan Indonesia ke Tiongkok. Sepanjang Semester I-2025, lebih dari 300 ribu kunjungan wisatawan Indonesia tercatat ke negara tersebut. Angka ini menunjukkan bahwa Tiongkok masih menjadi salah satu destinasi luar negeri favorit, dan Hangzhou melihat peluang itu dengan sangat jelas.
Untuk memperkuat daya saingnya, Hangzhou meluncurkan kebijakan Tax Refund for Tourists (TRT), yang memungkinkan turis mancanegara memperoleh pengembalian PPN atas pembelanjaan mereka di kota itu. Kebijakan ini bukan hanya memudahkan wisatawan, tetapi juga menegaskan bahwa Hangzhou ingin dikenal sebagai destinasi belanja internasional yang efisien dan bersahabat.
Promosi yang Dibangun dengan Serius
Dengan dukungan pemerintah lokal dan promosi yang agresif, Hangzhou perlahan membangun citra sebagai kota yang bukan hanya indah di brosur, tetapi juga kompetitif di lapangan. Perpaduan antara warisan dunia, infrastruktur wisata, dan insentif belanja membuat kota ini semakin menonjol di antara destinasi lain di Tiongkok.
Bagi wisatawan Indonesia, Hangzhou menawarkan paket yang sulit diabaikan: sejarah panjang, lanskap budaya kelas dunia, dan kemudahan berbelanja dalam satu perjalanan. Di tengah persaingan antar-kota tujuan wisata di Asia, Hangzhou jelas tidak ingin tampil sebagai pelengkap. Kota ini sedang memosisikan diri sebagai tujuan utama.
Source link

