SUBANG — Pemerintah Kabupaten Subang kembali menggerakkan mesin birokrasi lewat rotasi, mutasi, dan promosi jabatan bagi 162 pejabat. Pelantikan yang dipimpin Bupati Subang Reynaldy Putra Andita bersama Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi itu digelar dengan suasana khidmat di Desa Jalupang, Kecamatan Kalijati. Bagi Kang Rey, sapaan Reynaldy, agenda ini bukan sekadar penyegaran struktur, melainkan cara untuk memastikan pelayanan publik bergerak lebih cepat, tepat, dan tidak berbelit.
Pelantikan di Jalupang Jadi Pengingat Masalah Nyata
Pemilihan Desa Jalupang sebagai lokasi pelantikan juga membawa pesan tersendiri. Kang Rey menegaskan bahwa wilayah tersebut masih menyimpan pekerjaan rumah besar, mulai dari infrastruktur, pengelolaan sampah, hingga fasilitas pendidikan yang perlu mendapat perhatian serius. Dengan membawa prosesi pelantikan ke tengah persoalan yang dihadapi warga, pemerintah daerah ingin menegaskan bahwa birokrasi tidak boleh jauh dari realitas lapangan.
Dalam sambutannya, Kang Rey menekankan bahwa para pejabat yang baru dilantik harus hadir sebagai bagian dari solusi, bukan justru menambah jarak antara pemerintah dan masyarakat. Rotasi dan mutasi, menurutnya, harus melahirkan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif serta mendorong aparatur bekerja dengan orientasi hasil.
Fokus Pengelolaan Sampah dan Layanan Dasar
Salah satu sorotan utama dalam arah kebijakan Kang Rey adalah pengelolaan sampah di Kabupaten Subang. Ia menyebut sejumlah langkah strategis yang harus terus didorong, mulai dari pengelolaan TPA Jalupang dengan sistem sanitary land field, penggunaan sampah kontainer, pembangunan TPS 3R di setiap kecamatan, hingga pengadaan mobil pengangkut sampah. Di sisi lain, masyarakat juga perlu diberi pelatihan agar ikut terlibat dalam penanganan persoalan sampah dari sumbernya.
Menurut Kang Rey, persoalan-persoalan dasar seperti sampah tidak bisa dipandang sebagai urusan teknis semata. Itu adalah cermin dari kualitas pelayanan pemerintah di mata warga. Karena itu, pejabat dan ASN di Kabupaten Subang diminta lebih peka terhadap kebutuhan masyarakat, termasuk terhadap program prioritas Pemerintah Pusat seperti MBG.
ASN Diminta Responsif di Luar Jam Kerja
Kang Rey juga mengingatkan agar aparatur tidak terpaku pada pola kerja formal yang kaku. Ia mendorong pejabat dan ASN untuk lebih responsif menanggapi keluhan warga, bahkan ketika aduan datang di luar jam kerja. Masyarakat Subang, kata dia, juga dipersilakan menyampaikan kritik maupun laporan melalui media sosial agar bisa segera ditindaklanjuti dan dievaluasi.
Acara pelantikan itu turut dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh penting di Kabupaten Subang. Di hadapan mereka, pesan yang ditegaskan jelas: ASN harus mendengar suara masyarakat, memberi solusi, dan bekerja cepat tanpa kehilangan ketepatan. Rotasi 162 pejabat ini pun menjadi penanda bahwa Pemkab Subang tengah mendorong budaya kerja yang lebih gesit dan lebih dekat dengan kebutuhan warga.

