Jakarta — Di tengah sorotan dunia seni yang kerap didominasi nama-nama besar, Putri Poppy Dharsono, Gadis Dharsono, tampil dengan cerita yang jauh lebih personal namun tak kalah kuat. Pelukis berkebutuhan khusus itu menggelar pameran bertajuk Joy in Color di Institut Francais Indonesie (IFI) Wijaya, Jakarta, pada 11 hingga 26 Juli 2025. Sebanyak 77 lukisan dipamerkan, menghadirkan warna, bentuk, dan ekspresi yang menjadi ruang bicara Gadis tanpa kata-kata.
77 Karya yang Menyimpan Banyak Cerita
Deretan lukisan yang ditampilkan Gadis memperlihatkan beragam objek dan figur, mulai dari gedung, rumah, menara Eiffel, bunga, hingga ikan. Pameran ini tidak hanya memamerkan karya baru, tetapi juga sejumlah lukisan lama yang telah dikurasi untuk memperlihatkan perjalanan kreatifnya sejak awal. Gadis diketahui mulai melukis sejak 2008, dan sejak itu seni menjadi medium penting baginya untuk menyalurkan gagasan serta perasaan.
Dukungan Penuh dari Sang Ibu
Poppy Dharsono mengaku bangga melihat putrinya mampu menghadirkan pameran sendiri. Sebagai ibu, ia mengatakan ingin memberikan yang terbaik untuk Gadis dan merasa bahagia karena sang putri bisa mengekspresikan dirinya melalui lukisan. Bagi Poppy, pencapaian ini bukan sekadar acara seni, melainkan bukti bahwa ketekunan dan ruang yang tepat dapat membuka jalan bagi seseorang untuk tumbuh dengan caranya sendiri.
Seni sebagai Suara dan Kepedulian
Yang membuat pameran ini semakin bermakna, Gadis berkomitmen menyumbangkan seluruh hasil penjualan lukisannya kepada teman-teman disabilitas yang membutuhkan. Langkah itu sekaligus menjadi upaya memperkuat ekosistem disabilitas agar lebih saling menopang. Poppy berharap Joy in Color tidak berhenti sebagai pencapaian pribadi, tetapi juga menjadi pengingat bahwa setiap manusia punya hak untuk bersuara. Dalam kasus Gadis, suara itu hadir lewat warna, garis, dan kanvas yang kini terbuka untuk publik.

