DRIVEN BY ANIMALS: Eksplorasi Realita Lewat Single “MASAHITAM”

DRIVEN BY ANIMALS kembali menegaskan posisinya di jalur musik yang tidak aman-aman saja. Lewat single terbaru berjudul “MASAHITAM (Mati Susah Hidup Tak Mampu)”, proyek yang dipimpin Bhusdeq—gitaris DRIVE—itu membawa pendengar masuk ke ruang yang lebih gelap, lebih keras, dan jauh lebih dekat dengan realitas sosial yang sering diabaikan.

Rock progresif yang dipakai untuk bicara soal hidup

Sejak dimulai pada 2011, DRIVEN BY ANIMALS memang lahir dari keinginan Bhusdeq untuk menjelajahi sisi musik yang lebih kompleks dibandingkan karya-karyanya bersama DRIVE. Namun proyek ini tidak berhenti sebagai eksperimen teknis. Dengan formasi terbaru yang terdiri dari Ibnuthd pada gitar utama, Febri di bass, dan Vely di drum, band ini terus mempertahankan identitasnya sebagai kelompok progressive-rock yang memadukan energi keras dengan kritik sosial.

Bhusdeq bahkan menyebut arah musik mereka kini lebih dekat dengan istilah “rock mental” — keras, intens, tetapi tetap progresif. Dalam konteks itu, DRIVEN BY ANIMALS bukan sekadar menawarkan aransemen rumit, melainkan juga keresahan yang diramu menjadi lagu.

“MASAHITAM” dan potret hidup yang serba buntu

Single “MASAHITAM” menjadi contoh paling terang dari pendekatan tersebut. Lagu ini disebut sebagai trek dengan tempo tertinggi dalam album debut mereka yang akan dirilis pada 17 Oktober 2025, dan ditempatkan sebagai lagu kedua dari total sebelas nomor. Dari sisi tema, liriknya menyoroti kehidupan di garis kemiskinan: orang-orang yang terus bertahan di tengah tekanan ekonomi, sementara para wakil rakyat sibuk dengan perebutan kuasa.

Inspirasi lagu ini datang dari pemandangan sehari-hari yang akrab di jalanan, mulai dari manusia silver, orang yang berdandan seperti superhero di lampu merah, hingga mereka yang mengemis untuk bertahan hidup. Bhusdeq juga menyinggung situasi yang kian menjerat, seperti keterbatasan lapangan kerja, judi, pinjaman online, sampai penjualan organ tubuh, yang pada ujungnya dapat menyeret sebagian orang pada keputusasaan ekstrem.

Formasi baru, energi baru, pesan yang tetap tajam

Di balik pesan sosial yang kuat, komposisi musiknya juga digarap dengan karakter yang tegas. Vely mengisi drum dengan tempo cepat yang mengalir alami, Ibnuthd memberi warna lewat lead guitar yang energik, sementara Febri menjaga fondasi lewat permainan bass yang solid. Bhusdeq sendiri memegang riff gitar yang tajam sekaligus vokal yang emosional, membuat amarah dan duka dalam lagu ini terasa menyatu.

Sebelum “MASAHITAM”, DRIVEN BY ANIMALS sudah lebih dulu merilis “Semua Boleh Jadi Presiden” pada 2021 dan “Diorama (Akhir Periode Kedua)” pada 2024. Dua rilisan itu memperlihatkan pola yang konsisten: band ini tidak sedang mengejar lagu aman untuk pasar, melainkan membangun narasi yang berangkat dari kegelisahan sosial.

Bhusdeq menegaskan lagu ini bukan untuk menyerang pihak tertentu, melainkan untuk memotret fakta yang terjadi di sekitar. Dalam lanskap musik yang kerap memilih jalur netral, DRIVEN BY ANIMALS justru hadir sebagai pengingat bahwa rock masih bisa menjadi medium yang keras, jujur, dan menyentuh persoalan yang paling dekat dengan kehidupan banyak orang.

Source link