Kisah Seru Sarimanah dalam “Tarara’s Story”
Sarimanah, band alternatif asal Tanjungsari, kembali menarik perhatian lewat karya terbaru mereka berjudul “Tarara’s Story.” Lagu ini bukan sekadar rilisan baru, melainkan penanda babak awal menuju perjalanan musik yang lebih besar, karena juga akan masuk dalam album penuh perdana mereka yang dijadwalkan meluncur akhir tahun ini.
Nuansa Bunyi yang Mengajak Masuk ke Dunia Kenangan
“Tarara’s Story” dibangun dengan warna suara yang kaya, memadukan ambient, post-rock, folk, dan indie-pop dalam satu komposisi yang terasa luas sekaligus intim. Alih-alih tampil rumit, lagu ini justru mengajak pendengar masuk ke ruang imajinasi yang dekat dengan memori masa kecil. Febry, drummer Sarimanah, menyebut lagu ini sebagai bentuk penghormatan terhadap kenangan masa kecil yang penuh semangat dan daya khayal.
Di titik ini, Sarimanah seperti sengaja membuka ruang bagi pendengar untuk ikut mengingat masa ketika segala hal terasa lebih sederhana, tetapi juga lebih hidup. Atmosfer lagunya tidak hanya membangun suasana, melainkan juga menghadirkan rasa nostalgia yang mengalir pelan tanpa terasa dipaksakan.
Lebih Terbuka, Lebih Langsung
Dibanding karya-karya sebelumnya yang lebih menonjolkan instrumen, “Tarara’s Story” terasa lebih komunikatif. Sarimanah memilih pendekatan naratif yang lebih lugas lewat lirik yang ringan dan langsung, namun tetap menjaga ciri khas mereka pada lapisan ambient dan post-rock. Vokal sang penyanyi pun menyatu dengan baik di antara gitar ambient dan synth yang dimainkan secara halus, sehingga keseluruhan lagu terdengar utuh dan tidak kehilangan karakter.
Perubahan pendekatan ini membuat lagu terasa lebih mudah dicerna tanpa mengurangi kedalaman emosi yang dibawa. Di satu sisi, Sarimanah tetap menjaga identitas musikalnya; di sisi lain, mereka memberi ruang yang lebih besar bagi pesan lagu untuk sampai ke pendengar.
Video Musik Stop Motion yang Digarap Mandiri
Tak hanya lewat audio, “Tarara’s Story” juga diperkuat dengan video musik berformat stop motion yang digarap secara mandiri oleh para anggota band. Sentuhan visual ini memberi lapisan cerita tambahan, sekaligus mempertegas kesan personal yang memang menjadi inti dari lagu tersebut. Pendekatan mandiri itu membuat karya ini terasa lebih dekat, seolah setiap detailnya lahir dari pengalaman dan ingatan yang benar-benar mereka rawat sendiri.
Melalui rilisan ini, Sarimanah memperlihatkan bahwa mereka bukan hanya band alternatif yang bermain aman di wilayah bunyi, melainkan kelompok musik yang serius membangun cerita. “Tarara’s Story” menjadi pengingat bahwa musik bisa menjadi ruang untuk merawat imajinasi, menyimpan kenangan, dan menyalurkan perasaan tanpa harus berteriak keras.
Source link

