Salah satu studi menarik berasal dari Universitas Amsterdam, yang diterbitkan dalam Jurnal Frontiers in Neuroscience. Dalam penelitian ini, siswa dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu mereka yang menerima pelajaran musik, seni rupa, dan yang tidak menerima tambahan pelajaran.
Hasilnya menunjukkan bahwa siswa yang menerima pelajaran musik mengalami peningkatan keterampilan kognitif secara signifikan dibandingkan dengan kelompok lainnya. Hal ini menegaskan bahwa musik, terutama pembelajaran alat musik, dapat menjadi sarana efektif dalam merangsang kecerdasan anak.
Pendapat serupa juga datang dari ahli saraf di Universitas Harvard, yang menjelaskan bahwa musik dapat mengaktifkan jutaan neuron di berbagai daerah otak, termasuk pusat auditori di belahan kiri dan kanan. Dengan memainkan musik, keseimbangan antara otak kiri dan kanan terbangun, yang berdampak pada peningkatan kemampuan intelektual dan kognitif anak. Bahkan, menurut penelitian yang diterbitkan di PloS One, musik juga dapat membantu anak-anak dengan kesulitan belajar, menunjukkan dampak positif yang lebih luas dari musik pada perkembangan otak.
Konsep plastisitas neural, yaitu kemampuan otak untuk berubah dan beradaptasi melalui pengalaman, juga relevan dalam konteks ini. Musik dapat melatih otak anak seperti otot yang semakin kuat dengan latihan. Otak musisi, misalnya, menunjukkan spesialisasi di area pendengaran, penglihatan, dan gerakan yang tidak hanya meningkatkan ukuran area tersebut, tetapi juga memperbaiki cara kerjanya. Hal ini membuktikan bahwa musik memiliki efek mendalam pada perkembangan otak.
Selain itu, penelitian dari Universitas Washington menemukan bahwa bayi yang diperkenalkan dengan musik pada usia sembilan bulan menunjukkan peningkatan kemampuan pemrosesan otak, terutama dalam aspek pendengaran. Bayi yang mendengarkan musik secara rutin memiliki respon otak yang lebih kuat, yang terkait dengan peningkatan kemampuan berbicara dan keterampilan kognitif secara umum.
Keistimewaan musik klasik juga diakui, karena kompleksitas strukturnya. Para ahli menyatakan bahwa musik klasik membantu otak dalam memecahkan masalah spasial lebih cepat dibandingkan dengan jenis musik lainnya. Namun, meskipun musik klasik mungkin memiliki efek khusus, mendengarkan berbagai jenis musik tetap bermanfaat untuk membangun jalur-jalur penting dalam perkembangan otak.
Dari berbagai sudut pandang ilmiah ini, dapat disimpulkan bahwa musik memiliki potensi besar dalam menstimulasi kecerdasan anak. Baik melalui permainan alat musik atau sekadar mendengarkan, musik mampu mengoptimalkan perkembangan otak dan meningkatkan berbagai aspek kognitif serta kemampuan belajar anak.

