Jakarta (ANTARA) – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan di tengah situasi bangsa yang terus bergerak dinamis. Pesan itu ia sampaikan saat menutup kajian Kitab At-Tibyan karya Hadratuss Syekh K.H. Hasyim Asy’ari di Kantor DPP PKB, Jakarta, Kamis.
Kitab lama, pesan yang tetap relevan
Muhaimin menilai ajaran dalam kitab tersebut tidak kehilangan daya guna meski ditulis puluhan tahun lalu. Menurut dia, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya justru semakin terasa relevan untuk merawat hubungan antarsesama, termasuk memperkuat ukhuwah Islamiah dan semangat kebersamaan di ruang publik.
“Berkah yang bisa didapatkan adalah persatuan. Persatuan ukhuwah islamiah yang tidak bisa dipungiri adanya,” ujarnya.
Tradisi Ramadhan yang terus dijaga PKB
Selama satu bulan penuh Ramadhan, DPP PKB menggelar pengajian kitab-kitab karya Hadratuss Syekh K.H. Hasyim Asy’ari. Tahun ini, kitab yang dikaji adalah at-Tibyan fi An-Nahyi ‘an Muqatha’ati Al-Arham wa Al-Aqarib wa al-Ikhwan, dengan melibatkan sejumlah nyai dan kiai, di antaranya Nyai Hindun Annisa, K.H. Yusuf Chudlory, Nyai Badriyah Fayumi, Gus Salam Shohib, Gus Ahmad Kafabihi, dan Gus Hayid.
Muhaimin menyampaikan bahwa PKB berkomitmen melanjutkan tradisi mengkaji karya-karya Mbah Hasyim. Ia menyebut, partainya bersyukur masih memiliki ruang untuk terus berjuang melestarikan Islam ahlussunah waljamaah sekaligus menjaga warisan keilmuan pesantren.
Warisan ajaran dan kekuatan politik
Menurut Gus Imin, PKB saat ini berada pada posisi yang strategis karena mewarisi bukan hanya ajaran, tetapi juga kekuatan politik yang besar. Karena itu, ia berharap tradisi kajian kitab tidak berhenti dan tetap menjadi bagian dari napas perjuangan partai.
“Hari ini di posisi yang amat sangat strategis, kami mewarisi bukan hanya modal ajaran, melainkan kekuatan politik yang sungguh dahsyat,” katanya.
Ia pun menutup dengan harapan agar PKB tetap istikamah dalam mengawal dan meneruskan kajian kitab peninggalan Mbah Hasyim. “Saya matur nuwun sanget, semoga tetap terus istikamah melanjutkan kajian kitab Mbah Hasyim,” ujarnya.
Pewarta: Fauzi
Editor: D.Dj. Kliwantoro
Copyright © ANTARA 2024
Source link

