Keramahan SDM sebagai Modal Peningkatan Wisman Menurut Wakil Ketua MPR

Jakarta (ANTARA) – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menilai keramahan serta keterampilan sumber daya manusia di sektor pariwisata menjadi salah satu kunci untuk menjaga kenaikan jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia. Menurut dia, daya saing pariwisata tidak hanya ditentukan oleh destinasi, tetapi juga oleh kualitas layanan yang dirasakan langsung oleh wisatawan.

Keramahan Jadi Wajah Utama Pariwisata

Lestari menegaskan, peningkatan kualitas SDM harus terus digenjot agar sektor pariwisata mampu memberikan pengalaman yang lebih baik bagi pengunjung. Keramahtamahan, kata dia, bukan sekadar sikap, melainkan modal penting yang ikut membentuk kesan terhadap Indonesia di mata wisatawan asing.

“Keramahtamahan dan keterampilan yang lebih baik adalah modal yang harus dimiliki untuk meningkatkan kualitas pelayanan,” kata Lestari dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta.

Lonjakan Wisman dan Kontribusi Ekonomi

Ia mengingatkan bahwa Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah wisatawan mancanegara yang masuk ke Indonesia pada Februari 2024 mencapai 1,04 juta. Angka itu naik 11,67 persen dibanding Januari 2024 dan meningkat 38,24 persen dibandingkan Februari 2023.

Dari sisi ekonomi, devisa pariwisata hingga September 2023 tercatat sebesar 10,46 miliar dolar AS. Sektor ini juga menyumbang 3,8 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia, sehingga menurut Lestari, penguatan kualitas layanan tidak bisa ditunda.

Pelatihan dan Kebijakan Berkelanjutan

Lestari menilai pelatihan bagi pekerja pariwisata perlu dilakukan secara konsisten agar kemampuan mereka berkembang seiring kebutuhan industri. Ia juga mendorong pemangku kepentingan di tingkat pusat maupun daerah untuk membangun atmosfer pariwisata yang berkelanjutan melalui kebijakan yang mendukung.

Menurut dia, tren kenaikan kunjungan wisman harus dijaga agar pariwisata tetap menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Artikel ini ditulis oleh Bagus Ahmad Rizaldi dan diedit oleh Tasrief Tarmizi.

Source link