17 Jenis Racikan Kopi, dari Espresso hingga Rarobang

Racikan kopi di Indonesia tidak berhenti pada perbedaan jenis biji. Cara menyeduh, bahan tambahan, wadah, hingga tradisi penyajiannya ikut membentuk karakter setiap minuman. Karena itu, secangkir kopi dapat memiliki rasa, aroma, dan tekstur yang berbeda meski sama-sama menggunakan bahan dasar kopi.

Dalam daftar racikan kopi yang populer, terdapat minuman yang dikenal luas seperti espresso, Americano, cappuccino, latte, macchiato, mocha, flat white, cold brew, dan Vietnam drip. Indonesia juga memiliki racikan tradisional, antara lain Kopi Tubruk, Kopi Joss, Kopi Talua, Kopi Takar, dan Kopi Rarobang.

Racikan kopi tradisional dari berbagai daerah

Kopi Tabelek merupakan salah satu racikan kopi tradisional yang lahir dari kekayaan budaya minum kopi di Indonesia. Minuman ini dikenal melalui penggunaan bahan serta cara penyajian yang khas sesuai tradisi daerah asalnya. Keberadaan Kopi Tabelek memperlihatkan bahwa keragaman kopi Nusantara tidak hanya terletak pada jenis biji, tetapi juga pada budaya pengolahannya.

Dari Mandailing, Sumatera Utara, terdapat Kopi Takar. Nama minuman ini merujuk pada wadah khas yang digunakan untuk menyajikannya. Kopi Takar biasanya dipadukan dengan gula dan kayu manis, lalu disajikan melalui cara yang unik. Campuran kopi dan rempah tersebut menghasilkan aroma yang menjadi ciri khas minuman ini.

Sementara itu, Kopi Rarobang merupakan racikan tradisional dari Maluku. Cita rasanya dipengaruhi penggunaan sejumlah rempah, seperti jahe, kayu manis, cengkeh, serta bahan aromatik lainnya. Racikan itu memberikan karakter hangat dan harum, sekaligus memperlihatkan kuatnya pengaruh rempah dalam budaya kuliner Maluku.

Perbedaan bahan dan metode penyajian

Perbedaan setiap racikan kopi dapat dilihat dari metode penyeduhan, takaran kopi, bahan tambahan, serta cara penyajiannya. Susu, cokelat, gula, atau rempah dapat mengubah rasa, aroma, dan tekstur minuman. Pada kopi tradisional, cara penyajian dan bahan lokal juga menjadi bagian penting dari identitas racikan.

Latte, misalnya, umumnya memiliki rasio kopi dan susu sekitar 1:3 atau 1:5. Minuman ini dilengkapi lapisan tipis busa susu sehingga menghasilkan rasa yang lebih creamy. Flat white menggunakan busa susu yang lebih tipis atau microfoam, dengan rasio kopi dan susu yang lebih tinggi. Hasilnya, rasa kopi pada flat white terasa lebih kuat dibandingkan latte.

Kopi Joss memiliki cara penyajian yang berbeda. Kopi hitam panas disiapkan terlebih dahulu, kemudian arang kayu yang masih membara dimasukkan langsung ke dalam cangkir. Arang tersebut dipercaya dapat menetralkan asam lambung.

Adapun Kopi Talua, minuman tradisional Minangkabau, dibuat dari kuning telur, susu kental manis, gula, dan kopi panas. Kayu manis dapat ditambahkan sebagai bahan opsional untuk memberikan aroma rempah. Perbedaan komposisi tersebut membuat setiap racikan memiliki ciri tersendiri, baik dari rasa maupun cara menikmatinya.

Source link