LAVIDA menutup rangkaian mini album MAIN API dengan merilis single “Bosen Sendiri” pada 14 September 2026. Lagu tersebut menjadi materi keenam sekaligus bagian terakhir dari proyek yang merangkum perjalanan band rock asal Jakarta itu sejak terbentuk pada 2019.
Enam lagu dari periode yang berbeda
Berbeda dari proyek yang dirancang sebagai satu kesatuan sejak awal, MAIN API terbentuk secara bertahap. Materi di dalamnya lahir pada waktu yang berbeda dan membawa cerita masing-masing, sebelum akhirnya dihimpun menjadi satu mini album. Bagi LAVIDA, proses tersebut seperti menyusun kembali catatan perjalanan yang sebelumnya berdiri sendiri.
Selain “Bosen Sendiri”, mini album ini memuat “Bukan Aku”, “Gadis Cantik”, “Main Api”, “Memeluk Hujan”, dan “Tak Pernah Sendiri”. Keenam lagu tersebut memperlihatkan rentang cerita yang beragam, mulai dari energi rock, hubungan dan jarak, hingga pengalaman personal serta refleksi yang muncul sepanjang perjalanan band.
Sebagian besar materi LAVIDA berangkat dari pengalaman pribadi dan pengamatan terhadap kehidupan sehari-hari. Bagi mereka, menulis lagu menjadi cara untuk merekam momen yang telah dilewati. Cerita yang terasa sangat personal ketika pertama kali ditulis pun dapat menemukan makna berbeda saat didengarkan kembali pada waktu yang lain.
Tumbuh melalui proses independen
Selama tujuh tahun beraktivitas di skena musik independen, LAVIDA menjalani banyak proses secara mandiri. Perubahan formasi, produksi yang membutuhkan waktu, keterbatasan sumber daya, dan pencarian karakter musik menjadi bagian dari perjalanan mereka. Semua pengalaman itu turut membentuk identitas LAVIDA sebagai band rock yang tetap memberi ruang bagi melodi, energi, dan cerita personal.
LAVIDA tidak membatasi diri pada satu nuansa musik. Karena itu, setiap lagu dapat memiliki karakter yang berbeda, meski tetap berada dalam perjalanan kreatif band yang sama. Perbedaan tersebut menjadi bagian dari cara mereka merekam berbagai fase dan pengalaman selama tujuh tahun terakhir.
Sejumlah pencapaian turut menandai perjalanan tersebut. Lagu “Bukan Aku” pernah mendapat kesempatan diputar di Gen FM. Pada 2023, LAVIDA juga terpilih sebagai salah satu finalis Apresiasi Kreasi Indonesia dan mewakili Jakarta.
Menjangkau pendengar di luar Indonesia
Karya LAVIDA juga muncul dalam sejumlah video reaksi kreator musik dari berbagai negara, termasuk Kanada dan Korea Selatan. Respons tersebut memperlihatkan bahwa karya yang diproduksi secara independen dapat menemukan pendengar dari wilayah dan latar belakang yang beragam.
Dengan dirilisnya “Bosen Sendiri”, MAIN API kini memiliki penutup yang melengkapi kumpulan lagu dari berbagai periode. Namun, selesainya mini album ini bukan penanda berakhirnya aktivitas kreatif LAVIDA. Band tersebut masih akan melanjutkan proses menulis lagu, bermain musik, dan menjelajahi kemungkinan karya berikutnya tanpa terburu-buru menentukan bentuknya.
LAVIDA saat ini diperkuat Sholihin Zeno pada vokal, Broky dan Axel Ryan pada gitar, serta Fire-man pada bass. “Bosen Sendiri” tersedia di berbagai platform musik digital.

