PUNKESMAS kembali membawa kritik sosial ke dalam musik punk melalui single terbaru berjudul “Baca Pikir Lihat”. Band asal Karawang ini mengangkat persoalan kebiasaan menerima informasi tanpa memeriksa sumber, memahami data, atau menguji kebenarannya.
Pesan tersebut dirangkum dalam refrein yang menjadi pusat lagu: “Baca! sebelum percaya / Pikir! sebelum berkata / Lihat! apa yang nyata”. Bagi PUNKESMAS, tiga ajakan itu merupakan sikap yang penting ketika masyarakat berhadapan dengan arus informasi yang begitu deras.
Energi punk dengan pesan kritis
Secara musikal, “Baca Pikir Lihat” mempertahankan karakter punk yang agresif. Distorsi gitar, tempo cepat, dan ritme yang menghentak dirancang untuk menghadirkan energi moshpit, tetapi tetap memberi ruang bagi lirik untuk menyampaikan gagasan secara jelas.
Gitaris Eris Ristendi menulis sekaligus menyusun aransemen lagu tersebut. Fondasi musik diperkuat oleh permainan bass Anggi dan gebukan drum Apas. Sementara itu, Anzarriva dan Bayu Guntara mengisi vokal dengan artikulasi yang tegas, sehingga pesan lagu terdengar langsung di tengah musik yang intens.
Eris mengatakan, lagu ini lahir dari keprihatinan terhadap orang-orang yang menyampaikan pendapat seolah memahami semua hal, meski tidak mengetahui asal informasi yang mereka ikuti.
“Kami melihat banyak orang bersuara keras seolah tahu semua hal, padahal cuma ikut arus tanpa tahu asalnya. Lewat lagu ini, kami ingin menegaskan kalau perlawanan paling nyata hari ini adalah dengan berpikir kritis dan membaca data,” ujar Eris dalam keterangan tertulis.
Dorongan untuk memperluas pengetahuan
Lirik “Baca Pikir Lihat” juga menyoroti kepatuhan buta dan kecenderungan mengikuti arus tanpa pemahaman yang memadai. PUNKESMAS mendorong pendengarnya untuk memperluas pengetahuan melalui berbagai bidang, seperti sejarah, hukum, ekonomi, sains, dan logika.
Pesan itu tidak hanya diarahkan pada cara seseorang menerima informasi, tetapi juga pada kesadaran individu dalam menghadapi struktur kekuasaan. Menurut Bayu Guntara, kesadaran personal dapat memiliki pengaruh besar ketika seseorang berhadapan dengan pihak yang memiliki kuasa dan berusaha membentuk arus pemikiran.
“Mereka yang berkuasa itu sebenarnya tidak takut pada materi, tapi takut pada orang yang mulai berpikir. Karena satu kepala yang benar-benar sadar punya kekuatan besar untuk mengguncang peta permainan mereka,” tutur Bayu.
Melalui single ini, PUNKESMAS tetap menempatkan musik punk sebagai medium untuk menyampaikan kritik sosial. Energi keras dalam aransemen dipadukan dengan ajakan agar pendengar tidak menerima informasi secara mentah dan membiasakan diri memeriksa apa yang mereka baca atau dengar.
“Baca Pikir Lihat” kini tersedia di berbagai platform musik digital. Single tersebut menjadi cara PUNKESMAS menyampaikan pandangan mereka mengenai kondisi informasi saat ini sekaligus mengingatkan pentingnya pengetahuan dan kemampuan berpikir kritis dalam kehidupan sehari-hari.

