Symphonic memperluas kemampuan migrasi katalog musiknya melalui integrasi dengan MassiveMusic, perusahaan musik dan teknologi B2B di bawah Songtradr. Kolaborasi yang diumumkan pada Rabu, 16 September 2026, memungkinkan file audio dan metadata katalog MassiveMusic dikirim langsung ke sistem distribusi Symphonic.
Integrasi ini ditujukan bagi label dan artis yang ingin memindahkan rilisan mereka ke Symphonic. Jika katalog sudah tersimpan di infrastruktur MassiveMusic, pengguna tidak perlu lagi mencari serta mengunggah file audio secara manual untuk setiap rilisan yang dipindahkan.
File audio dan metadata dikirim dalam format siap distribusi
Melalui sistem tersebut, MassiveMusic memasok file audio dalam format FLAC beserta metadata yang telah dinormalisasi dan mengikuti standar DDEX. Data itu mencakup informasi penting seperti ISRC, sehingga materi yang diterima Symphonic berada dalam struktur yang siap diproses untuk distribusi digital.
Symphonic kemudian menangani pengiriman maupun penarikan rilisan dari berbagai layanan digital. Menurut perusahaan, alur ini dapat mengurangi risiko terjadinya jeda pada ketersediaan musik dan membantu mempertahankan riwayat jumlah pemutaran yang telah dimiliki sebuah rilisan. Kontinuitas tersebut juga dinilai dapat menjaga visibilitas algoritmik serta jangkauan audiens katalog.
Integrasi dengan MassiveMusic melengkapi TransferTrack, teknologi migrasi katalog yang diperkenalkan Symphonic pada Februari 2024. Sebelum pembaruan ini, pengguna masih harus mengunggah file audio dan, dalam sejumlah kasus, aset lain sebelum rilisan dapat dikirim melalui SymphonicMS.
TransferTrack dirancang untuk memungkinkan klien mengimpor banyak rilisan ke SymphonicMS hanya dengan menggunakan halaman artis di Spotify atau tautan rilisan. Sistem itu juga dibuat untuk mengurangi pengisian metadata berulang dan menggabungkan data analitik. Jika rilisan terhubung dengan benar ke layanan streaming, teknologi tersebut membantu mempertahankan riwayat streaming serta posisi playlist.
CEO Symphonic Jorge Brea mengatakan TransferTrack dikembangkan untuk memberi label independen keleluasaan dalam memilih hubungan distribusi yang sesuai dengan kebutuhan bisnis mereka. “Kemampuan pengiriman audio dari MassiveMusic memperluas fungsi tersebut dengan membuat proses masuk ke Symphonic lebih sederhana,” ujar Brea.
Ia menambahkan, investasi Symphonic akan terus diarahkan pada teknologi yang mengurangi pekerjaan operasional sekaligus memberi klien kendali lebih besar atas katalog musik mereka.
MassiveMusic memiliki sekitar 180 juta track
James Priestley, SVP Global Sales, Licensing and Technology Solutions MassiveMusic, mengatakan perusahaannya berperan memastikan pengiriman musik berjalan konsisten untuk katalog dengan berbagai skala. MassiveMusic saat ini memiliki katalog global sekitar 180 juta track, sehingga sebagian materi yang dibutuhkan label untuk migrasi kemungkinan telah tersedia dalam sistemnya.
Kerja sama ini menjadi bagian dari ekspansi teknologi Symphonic dalam beberapa tahun terakhir. Songtradr mengakuisisi agensi musik kreatif MassiveMusic pada 2021, lalu menggabungkan sejumlah bisnis B2B di bawah nama MassiveMusic pada Juni 2025. Struktur tersebut mencakup layanan distribusi global 7digital, bisnis periklanan dan lisensi Big Sync Music, teknologi metadata berbasis AI Musicube, serta Resonance Sonic Branding.
Symphonic juga memperkenalkan SplitShare, Enhanced Recoupments, dan Marketing Drivers pada 2024. Setelah itu, perusahaan menggandeng EVEN pada November 2025, bekerja sama dengan SourceAudio pada Februari 2026, serta mengakuisisi platform monetisasi YouTube Distro Nation pada Maret 2026.
Pada April 2026, Symphonic meluncurkan Symphonic NEXT, program pembiayaan dan akuisisi katalog yang menurut Brea memiliki akses terhadap modal lebih dari US$100 juta dari perusahaan dan mitra investasinya. Perusahaan kemudian bekerja sama dengan Sureel AI pada Juli untuk melacak penggunaan karya oleh model AI, serta ArtyShield pada Agustus untuk menghadirkan perlindungan rekaman dan vokal dari penggunaan AI tanpa izin di SymphonicMS.
Didirikan Jorge Brea pada 2006, Symphonic menyebut dirinya sebagai perusahaan yang sepenuhnya independen. Perusahaan ini menggalang pendanaan Seri B sebesar US$37 juta pada Januari 2022 dan pernah menaungi nama-nama seperti Bad Bunny, Daddy Yankee, Marshmello, Doechii, Gunna, Ozuna, Sean Paul, Imogen Heap, Jon Batiste, serta Tim McGraw.

