The Sewing Club Rilis “Complicated” Jelang Album Debut Sew

The Sewing Club memperkenalkan “Complicated”, lagu dari album debut mereka, Sew, yang lahir dari situasi emosional dan keterbatasan untuk membantu orang terdekat. Band indie-pop asal Nashville itu menggarap lagu tersebut ketika sedang menjalani rangkaian tur bersama Chokecherry.

Proses awal “Complicated” berlangsung di sebuah ruang tunggu di Boston. Dari tempat itu, para personel mengirimkan berkas lagu kepada Aron Kobayashi untuk dikembangkan lebih lanjut. Menurut The Sewing Club, lagu ini mengalami perubahan paling banyak dibandingkan materi lain dalam Sew.

Kisah tentang keinginan untuk menolong

Penulisan “Complicated” berlangsung ketika kekasih salah satu anggota band sedang menjalani rehabilitasi. Kondisi tersebut memengaruhi arah kreatif lagu yang bercerita tentang keinginan memperbaiki keadaan seseorang, meski kemampuan untuk membantu dari luar sangat terbatas.

Lagu itu menangkap perasaan ketika seseorang berusaha menyelesaikan persoalan orang yang dicintainya, lalu berhadapan dengan kenyataan bahwa tidak semua masalah dapat diatasi untuk orang lain. Kerumitan hubungan dan rasa tidak berdaya menjadi inti narasi “Complicated”.

Secara musikal, The Sewing Club dikenal lewat gitar fuzz yang tebal, melodi indie-pop, serta hook yang mudah diingat. Karakter tersebut membuat nama mereka kerap disandingkan dengan Momma, Soccer Mommy, Rocket, dan Wishy—terutama karena perpaduan antara tekstur gitar yang kasar dan melodi yang kuat.

Sew dan fase perubahan menuju usia 20-an

Album Sew dikerjakan di sela perjalanan antara rumah dan berbagai kota selama tur. Untuk proses rekamannya, The Sewing Club kembali bekerja sama dengan produser sekaligus kolaborator lama mereka, Calvin Lauber.

Materi album ini banyak dipengaruhi pengalaman memasuki usia 20-an, masa ketika perubahan dalam kehidupan berlangsung perlahan. Pertemanan dapat semakin berjarak, hubungan berakhir, dan setiap orang mulai mencari bentuk hidup yang terasa sesuai dengan dirinya sendiri.

Pengaruh Veruca Salt, The Breeders, Wishy, Punchlove, dan Slow Pulp turut memberi warna pada album tersebut. Distorsi gitar dan hook yang kuat menjadi fondasi utama Sew, sementara band tetap mempertahankan sisi kasar dalam produksinya tanpa berusaha membuat seluruh materi terdengar terlalu rapi.

The Sewing Club tidak membuat Sew dengan ambisi menghasilkan album debut yang sempurna. Mereka memilih merekam musik yang memang ingin mereka dengarkan sendiri. Karena itu, album ini menjadi potret sebuah band yang masih menemukan identitasnya sambil terus menjalani proses kreatif.

Setelah perilisan Sew, The Sewing Club akan memulai rangkaian tur panjang pada musim gugur tahun ini. Mereka dijadwalkan tampil di sejumlah kota di Inggris, Eropa, dan Amerika Serikat, termasuk dalam pertunjukan bersama Softcult, Kurt Travis, dan Chase Petra.

The Sewing Club diperkuat Hannah McElroy pada gitar dan vokal, Stephen Meaux pada gitar dan bass, Justin McKinney pada gitar, serta Zach McCoy pada drum dan vokal.

Source link