Androbuntu Bukan Bahasa Pemrograman, Ini Penjelasannya

HTML menjadi titik awal yang hampir selalu ditemui ketika seseorang mulai mempelajari pengembangan web. Bahasa ini menyusun fondasi sebuah halaman, mulai dari judul, paragraf, daftar, tautan, hingga elemen multimedia yang tampil di browser.

Dalam sebuah situs, HTML tidak bekerja sendirian. Ada CSS yang mengatur tampilan, JavaScript untuk menjalankan interaksi, serta database dan server yang mendukung proses penyajian informasi. Namun, HTML tetap menjadi komponen dasar karena struktur konten halaman dituliskan melalui bahasa tersebut.

HTML bukan bahasa pemrograman

HTML merupakan singkatan dari Hypertext Markup Language. Sesuai namanya, HTML adalah bahasa markup, bukan bahasa pemrograman seperti JavaScript, Python, atau C++.

Perbedaan utamanya terletak pada fungsi. Bahasa markup digunakan untuk menjelaskan struktur dan tampilan konten kepada program seperti browser. HTML memberi tanda bahwa suatu bagian merupakan judul, paragraf, gambar, atau tautan. Bahasa ini tidak memiliki logika pemrosesan seperti percabangan if/else maupun perulangan.

Bahasa markup lain yang juga dikenal antara lain XML, Markdown, dan YAML. Sementara itu, bahasa pemrograman memberikan instruksi yang dapat dieksekusi komputer, termasuk pemrosesan data dan pengambilan keputusan.

Dari GML hingga HTML

Sejarah HTML dalam sumber ini berawal dari bahasa yang dikembangkan IBM pada 1980. Bahasa tersebut menggabungkan simbol atau tag dengan teks dan pada masa itu dikenal sebagai GML.

Enam tahun kemudian, tepatnya pada 1986, GML berganti nama menjadi SGML atau Standard Generalized Markup Language. SGML digunakan sebagai bahasa standar untuk membuat dokumen dan berkas.

Pada 1989, CERN atau Centre Européen pour la Recherche Nucléaire, yang ketika itu diketuai Tim Berners-Lee, menyampaikan gagasan untuk membuat bahasa yang kemudian dikenal sebagai HTML.

Cara HTML bekerja di browser

Pengembang menulis struktur halaman menggunakan tag. Tag tersebut memberikan makna pada setiap bagian konten, misalnya judul, paragraf, gambar, daftar, dan tautan. Browser seperti Firefox, Chrome, dan Safari kemudian membaca berkas berformat .html dari bagian awal hingga akhir.

Kode itu diubah browser menjadi DOM atau Document Object Model. DOM merupakan representasi elemen halaman dalam susunan hierarkis. Berdasarkan struktur tersebut, browser melakukan render sehingga pengguna melihat teks, gambar, tombol, dan elemen lain di layar.

Struktur dasar HTML mencakup elemen pembungkus seluruh halaman, bagian metadata, serta bagian yang memuat konten yang terlihat. Elemen judul juga digunakan untuk menampilkan nama halaman pada tab browser. Dalam penulisan sehari-hari, tag untuk teks dan judul, tautan, media, serta daftar termasuk yang paling sering digunakan. Daftar dapat berupa daftar tanpa urutan, daftar bernomor, atau item-item penyusunnya.

Kesalahan penulisan tag dapat membuat tampilan situs bermasalah. Gambar, misalnya, tidak akan muncul jika tag yang digunakan salah atau penempatannya tidak sesuai. Kerusakan juga dapat terjadi ketika situs dibuka menggunakan browser lawas yang belum mampu membaca tag HTML terbaru. Sumber mencontohkan Internet Explorer sebagai browser usang yang dapat menampilkan situs secara tidak sempurna karena keterbatasan dalam membaca kode HTML modern.

Source link