KPK Ubah Edukasi Antikorupsi di Era Digital, Ini Strateginya

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengubah cara menyampaikan edukasi antikorupsi agar lebih dekat dengan kebiasaan komunikasi masyarakat, terutama generasi muda. Pesan mengenai integritas dan pencegahan korupsi kini tidak hanya disampaikan melalui sosialisasi tatap muka, tetapi juga melalui konten digital, hiburan, kegiatan komunitas, serta berbagai ruang interaksi publik.

Edukasi antikorupsi dikemas melalui banyak medium

Perubahan pendekatan tersebut dilakukan di tengah semakin kuatnya penggunaan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari. KPK menilai informasi antikorupsi perlu hadir dalam bentuk yang lebih beragam agar dapat menjangkau kelompok masyarakat dengan karakter dan kebiasaan konsumsi informasi yang berbeda.

Sepanjang 2026, KPK menjalankan sejumlah kampanye dengan pendekatan kreatif. Program-program itu mencakup film, podcast, kegiatan komunitas, literasi, hingga kampanye digital. Materi edukasi tidak hanya disajikan sebagai informasi formal, tetapi juga dikemas melalui cerita, percakapan, hiburan, dan aktivitas yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Salah satu kanal yang disiapkan ialah BenarBenar Podcast. Program tersebut menghadirkan komedian, akademisi, kreator, dan publik figur untuk membahas isu yang berkaitan dengan integritas serta korupsi. KPK juga menyiapkan konten digital dari peserta program BenarBenar Komika. Dengan begitu, pesan yang disampaikan dalam kegiatan luring dapat diteruskan melalui perangkat digital dan dikonsumsi di luar acara tatap muka.

Generasi muda diajak menyampaikan keresahan lewat komedi

Direktorat Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK menempatkan bahasa komunikasi sebagai salah satu unsur penting dalam edukasi bagi generasi muda. Pendekatan yang lebih populer diharapkan membuat isu integritas lebih mudah dibicarakan serta dipahami dalam konteks kehidupan sehari-hari.

Gagasan itu diterapkan melalui program BenarBenar Komika – Operasi Tangkap Tawa (OTT). Program ini mengajak peserta menyampaikan pandangan dan keresahan mengenai korupsi melalui materi stand-up comedy. Format tersebut memberi ruang bagi peserta untuk membahas persoalan korupsi menggunakan gaya dan bahasa yang mereka anggap dekat dengan lingkungan anak muda.

“Di stand up comedy ini kita juga mau memberikan ruang bagi anak muda yang melihat korupsi di sekitar. Kita mau berbicara atau mendengarkan dari bahasa anak muda itu sendiri,” ujar Adi Fauzanto, PIC Program BenarBenar Komika – Operasi Tangkap Tawa (OTT), seperti dikutip pada Rabu, 16 September 2026.

Rangkaian kegiatan BenarBenar Komika telah berlangsung di sejumlah daerah, termasuk Bekasi, Samarinda, dan Bogor. Jakarta juga menjadi salah satu lokasi Open Mic dalam program tersebut. Melalui kegiatan semacam ini, KPK membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan perspektif dan kegelisahan terkait korupsi dalam medium yang lebih komunikatif.

Source link