Benarkah Perawatan Mobil Listrik Lebih Murah? Cek Faktanya

Biaya perawatan mobil listrik umumnya lebih ringan dibandingkan mobil bermesin pembakaran internal, terutama untuk servis rutin. Namun, keunggulan tersebut tidak berarti seluruh biaya kepemilikan kendaraan listrik selalu lebih murah. Komponen seperti baterai traksi, sistem elektronik, dan ban tetap dapat membutuhkan biaya besar dalam kondisi tertentu.

Servis rutin lebih sederhana

Mobil listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV) menggunakan motor listrik sebagai penggerak utama. Berbeda dari mobil konvensional, kendaraan ini tidak memiliki mesin pembakaran yang membutuhkan penggantian oli secara berkala. Pemilik juga tidak perlu melakukan perawatan mesin dengan pola yang sama seperti pada mobil berbahan bakar bensin.

Departemen Energi Amerika Serikat (DOE) menyebut mobil listrik memiliki lebih sedikit komponen bergerak dan lebih sedikit cairan yang perlu diganti. Struktur penggerak yang lebih sederhana membuat sejumlah kebutuhan servis rutin berkurang, termasuk biaya yang berkaitan dengan oli mesin dan komponen mesin pembakaran.

Penggunaan rem juga dapat menjadi lebih efisien. Mobil listrik umumnya dilengkapi regenerative braking, yaitu sistem yang membantu memperlambat kendaraan sekaligus mengubah sebagian energi gerak menjadi energi listrik untuk dikembalikan ke baterai. Karena pengereman tidak selalu mengandalkan rem gesek konvensional, kampas rem berpotensi lebih awet. Meski begitu, usia pakainya tetap dipengaruhi model kendaraan dan cara berkendara.

Lebih sedikit komponen bergerak juga berarti lebih sedikit bagian yang berpotensi aus. Namun, mobil listrik tetap memerlukan pemeriksaan terhadap suspensi, sistem kemudi, rem, ban, wiper, pendingin kabin, serta komponen elektronik lainnya.

Komponen mahal tetap perlu diperhitungkan

Baterai traksi merupakan salah satu komponen paling penting sekaligus berpotensi mahal. Baterai ini menyimpan energi untuk menggerakkan kendaraan. Jika harus diganti setelah masa garansi berakhir, biaya yang dikeluarkan dapat menjadi signifikan.

DOE menyebut sejumlah produsen menawarkan garansi baterai hingga delapan tahun atau 100.000 mil. Namun, ketentuan tersebut berbeda-beda menurut merek dan model. Karena itu, calon pembeli perlu memeriksa cakupan garansi baterai serta komponen kelistrikan sebelum menentukan pilihan.

Mobil listrik juga bukan kendaraan yang bebas perawatan. Baterai dan sistem kelistrikan tegangan tinggi harus diperiksa sesuai jadwal yang ditetapkan produsen. Panduan pemilik tetap menjadi acuan utama karena interval dan jenis servis dapat berbeda pada setiap kendaraan.

Ban pun tetap menjadi bagian dari biaya perawatan. Torsi motor listrik yang dapat muncul secara cepat dan bobot kendaraan yang pada beberapa model cukup besar akibat baterai dapat membuat kondisi ban perlu diawasi. Pemeriksaan tekanan, rotasi jika direkomendasikan, serta penggantian saat ban aus tetap diperlukan.

Jaringan bengkel memengaruhi biaya

Perawatan mobil listrik tertentu membutuhkan teknisi yang memahami sistem tegangan tinggi dan peralatan khusus. Perbedaan kemampuan bengkel serta luas jaringan layanan resmi dapat membuat biaya servis berbeda antara satu merek dan merek lainnya.

Sebelum membeli, calon pemilik sebaiknya mengecek lokasi bengkel resmi, jadwal servis, biaya perawatan berkala, serta ketersediaan suku cadang. Perbandingan dengan mobil bensin juga tidak cukup dilakukan berdasarkan harga satu kali servis. Jadwal perawatan, harga komponen, garansi baterai, jaringan bengkel, konsumsi energi, dan pola penggunaan sehari-hari perlu dipertimbangkan bersama.

Dengan demikian, mobil listrik cenderung menawarkan biaya rutin yang lebih ringan, tetapi tidak otomatis membuat seluruh biaya kepemilikan menjadi murah. Keuntungannya paling terasa pada perawatan berkala, sementara kerusakan besar pada baterai atau sistem kelistrikan tetap dapat menimbulkan pengeluaran yang besar.

Source link