Fujiya & Miyagi: Album Baru & Video Musik Terbaru!

Fujiya & Miyagi Umumkan Album Terbaru ‘New Shiny Object’

Band elektronik asal Brighton, Inggris, Fujiya & Miyagi, mengumumkan album studio terbaru mereka yang bertajuk ‘New Shiny Object’. Pengumuman tersebut disertai dengan perilisan single perdana berjudul “Lowest Common Denominator” lengkap dengan video musik. Album ini dijadwalkan rilis pada 30 Oktober 2026 melalui label Impossible Objects of Desire.

“Lowest Common Denominator” Sebagai Materi Perdana

Single pertama dari album ini, “Lowest Common Denominator”, menjadi pengantar dari karya Fujiya & Miyagi yang sebelumnya bertajuk ‘Slight Variations’ yang dirilis pada tahun 2022. Dalam video musiknya, lagu ini menampilkan karakter yang mengajak pendengar untuk bergerak mengikuti ritme elektronik yang khas dari band tersebut.

David Best, vokalis dan gitaris Fujiya & Miyagi, menjelaskan bahwa lagu “Lowest Common Denominator” diciptakan dengan tujuan sederhana, yaitu membuat orang menari tanpa beban. Menurutnya, sebuah lagu tidak selalu harus dibalut dengan ide-ide berat untuk memiliki makna yang dalam.

Best ingin fokus pada melodi dan bagaimana tiap elemen dalam lagu dapat terhubung dengan harmonis, tanpa perlu mengisi setiap celah dengan emosi atau informasi yang berlebihan. Fujiya & Miyagi ingin menciptakan lagu yang dapat menyentuh hati dengan ruang interpretasi yang lebih luas.

Menghadirkan Konsep yang Berbeda

Dalam album ‘New Shiny Object’, Fujiya & Miyagi mencoba memastikan setiap bagian lagu memiliki fungsi dan hubungan yang jelas, mirip dengan mekanisme jam yang setiap komponennya bekerja bersama untuk menyusun keseluruhan karya.

Album tersebut juga membahas tema-tema tentang kehidupan pribadi, seperti peran sebagai orang tua, perasaan kehilangan, dan pengalaman-pengalaman yang membentuk diri seiring bertambahnya usia. Best merasa semakin bertambah usia, semakin terbuka untuk mengekspresikan emosi sejati tanpa diselimuti pertahanan diri.

‘New Shiny Object’ menjadi lanjutan perjalanan Fujiya & Miyagi setelah ‘Slight Variations’. Dengan single pertamanya, band ini menawarkan kisah yang lebih berfokus pada ritme dan melodi, tetapi tetap menghadirkan cerita personal yang autentik.

Source link