Bigmo, YouTuber Berpenghasilan Tinggi yang Terjerat Kontroversi Promosi Vape
Pada Senin, 10 Agustus 2026, YouTuber Muhammad Jannah atau Bigmo sedang menjadi sorotan publik setelah kanal YouTube-nya, Bigmo, kehilangan hak monetisasi. Keputusan ini diambil setelah konten yang melibatkan anak-anak dalam promosi rokok elektrik atau vape tersebar luas.
Dugaan Konten Viral
Permasalahan bermula dari potongan video siaran langsung di YouTube yang menampilkan Bigmo mengandalkan sejumlah anak-anak dalam materi promosi liquid vape. Video tersebut kemudian menjadi viral di media sosial dan mendapat kritik tajam dari masyarakat.
Kedatangan Bigmo ke Polda Metro
Pemerintah, melalui Kementerian Komunikasi dan Digital, turut angkat bicara terkait konten tersebut. Mereka bahkan memberikan teguran kepada pihak YouTube. Bigmo juga dipanggil untuk memberikan klarifikasi kepada polisi terkait konten kontroversial yang diunggahnya.
Pada tanggal 10 Agustus 2026, Bigmo mendatangi Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) dan Pemberantasan Perdagangan Orang (PPO) Polda Metro Jaya beserta kuasa hukumnya. Tujuannya adalah memberikan keterangan terkait dugaan promosi vape melibatkan anak-anak dalam kontennya.
Di tengah perseteruan ini, pendapatan Bigmo dari YouTube juga menjadi perbincangan. Berdasarkan data Social Blade, perkiraan pendapatan bulanan kanal Niceguymo di kisaran 882 hingga 14.000 dolar AS atau sekitar Rp14,3 juta hingga Rp228 juta per bulan. Dengan jumlah tertinggi, Bigmo bisa mengantongi hingga Rp200 juta setiap bulan.

