Georgia Querer: Album Debut ‘Elusive Things’ dan Memori yang Memudar

Georgia Querer Rilis Album Debut ‘Elusive Things’

Trio alt-rock asal Bogor, Georgia Querer, meluncurkan album penuh perdana bertajuk ‘Elusive Things‘ pada 7 Agustus 2026. Inilah kali pertama mereka merilis album penuh setelah sebelumnya sudah meluncurkan beberapa lagu.

Menggali Makna di Balik Lagu-lagu

Album ‘Elusive Things’ berisi tujuh lagu yang merekam gagasan tentang ingatan, perubahan, serta kepingan pengalaman yang tetap bertahan meskipun banyak hal dalam hidup perlahan-lahan menghilang. Georgia Querer ingin menangkap esensi dari memori, waktu, dan perubahan yang tak terelakkan dalam kehidupan.

Menurut keterangan dari Firly Rizkyama, yang juga dikenal sebagai Adun, judul ‘Elusive Things’ dipilih untuk menggambarkan sesuatu yang sulit diterjemahkan secara tepat. Bagi mereka, album ini merupakan hasil yang paling utuh dari pengalaman dan materi yang mereka miliki.

Kolaborasi Menyusun Karya Musik

Selama proses produksi ‘Elusive Things’, Georgia Querer bekerja sama dengan Deni Noviadi sebagai produser. Deni juga turut menangani rekaman, mixing, dan mastering dari album ini. Selain itu, Opay dari Swellow turut berperan sebagai session drummer dalam enam lagu di album ini.

Tidak hanya itu, Georgia Querer juga mendapat kontribusi dari Tamara Putri yang menyumbangkan backing vocal untuk salah satu lagu. Semua kolaborasi ini memperkaya warna musik yang mereka hasilkan.

Georgia Querer sendiri merasa bahwa ‘Elusive Things’ adalah kumpulan lagu yang memiliki arti personal bagi setiap anggota band. Mereka menghadirkan sebuah karya yang merefleksikan perjalanan batin dan kreatifitas mereka selama ini.

Georgia Querer dan Perjalanan Musik Mereka

Georgia Querer dianggap sebagai salah satu bagian penting dari musik independen di Bogor. Dengan perilisan ‘Elusive Things’, mereka berhasil mencatatkan sejarah panjang dari perjalanan kreatifitas dan eksplorasi musik mereka.

Melalui album ini, Georgia Querer memberikan dokumentasi lengkap atas perjalanan kreatif mereka, sekaligus mengabadikan bagaimana memori, waktu, dan perubahan hidup dapat terus tersimpan dalam sebuah karya musik.

Source link