Review Album Debut Contrecoup: Nothing Feels Real

Contrecoup Menyajikan Album Penuh Perdana: ‘Nothing Feels Real’

Band pop punk asal Palembang, Contrecoup, baru saja merilis album penuh pertama mereka berjudul ‘Nothing Feels Real’. Album ini menandai langkah lanjutan dari perjalanan musik mereka setelah sukses dengan rilis mini album ‘Ate With No Crumbs’ pada tahun 2024 dan dua maxi single pada 2025.

Album Mencerminkan Perjalanan dan Identitas Musik Contrecoup

‘Nothing Feels Real’ terdiri dari sebelas lagu yang mencakup tiga single sebelumnya yang dikenal publik, tujuh materi baru, dan satu versi rekaman ulang. Dalam album ini, Contrecoup berhasil memadukan genre pop punk modern, melodic punk, dan sentuhan hardcore tanpa kehilangan identitas unik mereka sebagai band.

Penyertaan vokalis tamu Noe Margaretha dan Deny Octariansyah dari Hold It Down juga memberikan warna baru pada album ini, menambah kedalaman pada setiap lagu tanpa mengubah inti bermusik Contrecoup.

Pengaruh Pop Punk Modern yang Kental

Album ini jelas dipengaruhi oleh band-band pop punk modern seperti The Story So Far, Knuckle Puck, hingga No Pressure. Namun, Contrecoup berhasil menjaga kesan orisinal melalui melodi yang catchy, dinamika lagu yang beragam, dan kematangan dalam bermusik.

Proses produksi album ini dilakukan secara mandiri, mulai dari rekaman hingga mixing dan mastering. Hasilnya adalah karya yang mencerminkan evolusi Contrecoup selama beberapa tahun terakhir.

‘Nothing Feels Real’ tidak hanya tersedia dalam versi digital, tapi juga dirilis dalam format kaset pita sebagai bentuk apresiasi kepada para pendengar musik yang masih menyukai fisik kaset. Langkah ini juga menunjukkan keseriusan Contrecoup dalam menyuguhkan pengalaman mendengarkan yang berbeda bagi pendengarnya.

Terlepas dari ramainya industri musik pop punk belakangan ini, ‘Nothing Feels Real’ tetap mampu mencuri perhatian sebagai tonggak penting dalam perjalanan musik Contrecoup. Album ini menegaskan bahwa band ini semakin percaya diri dengan arah musik yang mereka pilih, sementara tetap memberikan ruang bagi perkembangan di masa depan.

Source link