Review Album Ambient Post-Rock 90 Menit ‘Unfamiliar Weather’

In Inertia Merilis Album ‘Unfamiliar Weather’ Berdurasi 90 Menit

Empat tahun lalu, In Inertia memperkenalkan diri sebagai duo yang bergerak di wilayah ambient dan post-rock dengan komposisi instrumental yang menekankan suasana. Kini, Annissa Utami dan F.A. Poetra Tiarda kembali dengan langkah yang jauh lebih besar. Album kedua mereka, ‘Unfamiliar Weather’, resmi dirilis pada 31 Juli 2026 dan memuat 24 komposisi dengan durasi sekitar 90 menit. Skala tersebut membuat album ini menjadi karya terpanjang yang pernah mereka selesaikan sejak proyek ini dimulai pada tahun 2020.

Perjalanan Musikal Melalui ‘Unfamiliar Weather’

Sejak trek pertama, ‘Unfamiliar Weather’ tidak memberi kesan sebagai kumpulan lagu yang dipilih untuk disusun dalam satu album. Seluruh komposisinya saling berkaitan dan bergerak seperti satu perjalanan panjang. Pendengar diajak melewati perubahan suasana yang perlahan bergeser dari tenang, penuh harapan, hingga terasa muram, sebelum akhirnya menemukan titik yang lebih damai. Pergeseran itu berlangsung tanpa tergesa-gesa, seolah setiap lagu memiliki peran untuk membawa cerita menuju bagian berikutnya.

Kolaborasi Luas Dalam Pembuatan Album

Dalam proses produksinya, ‘Unfamiliar Weather’ turut menghadirkan empat kolaborator dengan latar belakang yang berbeda. Keempat nama tersebut masing-masing memberi warna yang berbeda sehingga lanskap album terus berubah. Ada Reruntuh yang membawa nuansa folk, Gardika Gigih dengan permainan piano eksperimentalnya, Niskala dari Yogyakarta yang dikenal lewat karya-karya post-rock, serta gitaris ambient asal Tokyo, Kazuma Okabayashi. Kolaborasi ini memperluas spektrum musikal yang dihadirkan oleh In Inertia.

Aspek visual album juga turut meningkatkan pengalaman mendengarkan ‘Unfamiliar Weather’. Artwork dikerjakan oleh ilustrator asal Tiongkok, Quinn Liu, yang menciptakan ilustrasi bernuansa fiksi ilmiah yang sesuai dengan konsep album. Ini memperlihatkan keselarasan antara musik yang diputar dengan visual yang dilihat oleh pendengar.

Menemani Pendengar Melalui Perubahan ‘Cuaca’

In Inertia berharap ‘Unfamiliar Weather’ dapat menemani para pendengar ketika mereka sedang berada di dalam ‘cuaca’ yang belum mereka pahami. Album ini dikonsep untuk mendampingi pendengar melewati perubahan-perubahan “cuaca” tersebut, membiarkan setiap orang menemukan maknanya sendiri sesuai pengalaman masing-masing. Dengan durasi 90 menit yang berisi 24 komposisi, ‘Unfamiliar Weather’ menjadi sebuah perjalanan musikal yang utuh dari awal hingga akhir.

Source link