Ketua DPRD Pangandaran Soroti Insiden Kebakaran Kampung Turis
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pangandaran, Asep Noordin, mempertanyakan insiden kebakaran yang terjadi di Kampung Turis. Kejadian tersebut telah terjadi dua kali dalam rentang waktu yang berbeda.
Perhatian Serius Terhadap Mitigasi Kebakaran di Pariwisata
Sikap peduli Asep terhadap insiden kebakaran yang terjadi di Kampung Turis menunjukkan kebutuhan akan respons cepat dan tindakan preventif yang lebih serius dari pemerintah daerah maupun pelaku usaha pariwisata. Menurutnya, langkah-langkah strategis dalam mitigasi bencana perlu segera dilakukan di daerah pariwisata, termasuk upaya pencegahan kebakaran.
Asep memaparkan bahwa edukasi tentang mitigasi kebakaran harus mendapat perhatian khusus, selain upaya mitigasi bencana lain seperti tsunami. Dengan dua kejadian kebakaran yang telah terjadi di Kampung Turis, peningkatan kesadaran akan mitigasi bencana tersebut menjadi urgensi yang tak terelakkan.
Kepatuhan Aturan Penting bagi Pelaku Usaha Pariwisata
Dalam konteks ini, Asep menekankan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi bagi pelaku usaha pariwisata, terutama pengelola hotel dan restoran. Hal ini termasuk kewajiban memenuhi seluruh persyaratan izin konstruksi seperti Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan Sertifikat Laik Fungsi (SLF).
Lebih lanjut, Asep meminta agar pemerintah daerah gencar dalam melakukan pengawasan serta memberikan edukasi terkait pencegahan kebakaran di lapangan. Diharapkan instansi Pemadam Kebakaran juga aktif dalam menyelenggarakan program sosialisasi tentang tindakan darurat dalam penanggulangan kebakaran secara berkala.
Kesiapan Keamanan dan Kenyamanan Wisatawan Harus Jadi Prioritas Utama
Sebagai destinasi pariwisata unggulan, terutama di sektor pantai, Asep menegaskan bahwa kesiapan terhadap potensi bencana harus menjadi prioritas utama dalam menjaga keamanan dan kenyamanan para wisatawan. Hal ini bukan hanya sebagai langkah antisipasi, tetapi juga untuk membangun kepercayaan wisatawan terhadap destinasi tersebut.
Dengan demikian, upaya mitigasi bencana seperti kebakaran harus benar-benar diintegrasikan dalam sistem keamanan dan manajemen risiko di sektor pariwisata Pangandaran. Kesiapan dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana tidak hanya sebagai upaya responsif, tetapi juga sebagai bentuk komitmen dalam memberikan pengalaman wisata yang aman dan nyaman bagi setiap pengunjung.

