Apa Itu Tabulampot?
Tabulampot merupakan singkatan dari tanaman buah dalam pot. Teknik ini merupakan cara menanam buah dengan menggunakan pot, drum bekas, atau polybag sebagai wadah untuk tanaman tersebut.
Tanaman Buah dalam Drum Bekas
Tanaman buah yang ditanam dalam drum bekas memiliki kelebihan mampu berbuah lebih cepat. Hal ini disebabkan oleh ruang gerak akar yang terbatas, sehingga energi tanaman tidak terbuang untuk memperluas akar maupun batang, melainkan lebih fokus pada pembentukan bunga dan buah.
Jenis Tanaman yang Mudah Berbuah di Tabulampot
Terdapat beberapa jenis tanaman yang termasuk dalam kategori mudah berbuah di tabulampot, antara lain mangga, jambu air, jambu biji, jeruk, belimbing, buah naga, dan kedondong. Tanaman-tanaman ini biasanya mulai berbuah dalam waktu 6 hingga 8 bulan setelah penanaman.
Ukuran Drum Ideal untuk Tabulampot
Drum bekas dengan kapasitas 100-200 liter dianggap sangat ideal untuk tabulampot karena ukurannya cukup besar untuk mendukung pertumbuhan akar tanaman buah dalam jangka waktu yang panjang.
Sebaiknya memilih bibit vegetatif dan varietas tanaman yang terbukti cocok untuk sistem tabulampot agar hasilnya maksimal. Beberapa jenis tanaman buah hampir semua bisa tumbuh di drum bekas, namun tidak semua bisa berbuah dengan optimal.
Pastikan untuk melakukan drainase pada drum bekas dengan cara membuat lubang di bagian bawah drum agar air tidak menggenang. Letakkan drum di atas alas yang sesuai agar air dapat mengalir dengan lancar.
Jika menggunakan drum besi, sebaiknya dilapisi dengan cat anti karat untuk menjaga agar drum tetap awet. Sedangkan untuk drum plastik, bersihkan dengan sabun dan bilas hingga benar-benar bersih dari sisa bahan kimia sebelum tanaman ditanam.
Waktu yang dibutuhkan hingga panen pertama tergantung pada jenis tanaman dan bibit yang dipilih. Tanaman yang termasuk dalam kategori mudah berbuah bisa mulai dipanen dalam waktu 6 hingga 8 bulan setelah penanaman, sementara jenis tanaman lain mungkin memerlukan waktu hingga 3 tahun atau lebih.

