Metyr Resmi Mengudara: Eksplorasi Blackgaze & Post-Rock di EP Perdana

Metyr: Eksplorasi Gelap Post-Black Metal dan Blackgaze dari Bandung

Bandung kembali menunjukkan bahwa semangat musik keras di kota ini terus hidup dan berkembang. Dari kota yang selama puluhan tahun melahirkan berbagai nama penting di skena underground nasional, kini muncul pendatang baru bernama Metyr. Unit yang bergerak di wilayah post-black metal dan blackgaze ini resmi memperkenalkan diri melalui EP debut self-titled yang dirilis pada 11 Juni 2026.

Atmosfer Dark dan Sentuhan Emosional yang Menjadi Ciri Khas Metyr

Rilisan perdana tersebut memuat tiga komposisi, yaitu “Altar”, “Unbroken”, dan “Haze”. Meski baru memperkenalkan karya pertamanya kepada publik, Metyr sudah menunjukkan arah artistik yang cukup jelas. Mereka meramu atmosfer gelap khas post-black metal dengan lanskap shoegaze yang mengawang dan sentuhan post-rock yang luas, menghasilkan komposisi yang lebih menitikberatkan suasana serta emosi dibanding sekadar agresivitas.

Metyr diperkuat oleh Bryan Arkan pada gitar, Ferdian G. Maulana yang mengisi gitar sekaligus vokal, Naufal Ikhsan pada bass, serta Haekal Badjeber di posisi drum. Keempat personel tersebut membangun fondasi musik yang berangkat dari akar post-black metal, tapi tidak membatasi diri pada pakem yang selama ini identik dengan genre tersebut.

Eksplorasi Musikal dan Proses Kreatif Kolaboratif

Proses kreatif Metyr juga memperlihatkan karakter kolektif yang kuat. Sebagian besar materi berawal dari ide gitar yang dibawa oleh Bryan, Naufal, atau Ferdian. Lagu-lagu berkembang secara organik melalui proses eksplorasi bersama hingga mencapai bentuk finalnya. Seluruh proses produksi dilakukan secara mandiri, menampilkan komitmen mereka terhadap identitas suara yang ingin mereka bangun.

Meskipun berakar dari semangat black metal, referensi yang memengaruhi Metyr jauh lebih luas. Berbagai elemen dari luar lingkaran musik ekstrem turut membentuk karakter EP ini. Jejak shoegaze, post-rock, hingga eksplorasi tekstur atmosferik terdengar menyatu dengan alami. Perpaduan ini menghasilkan identitas yang tidak sepenuhnya terikat pada satu label genre tertentu.

Penampilan Live yang Intim dan Emosional

Untuk mendukung perilisan EP ini, Metyr juga telah menyiapkan sejumlah penampilan live dalam waktu dekat. Konsep pertunjukan dirancang agar mempertahankan nuansa intim dan atmosfer yang menjadi ciri utama rekaman mereka. Dengan cara ini, penonton tidak hanya menyaksikan sebuah konser, tetapi juga diajak masuk ke dalam ruang emosional yang dibangun oleh setiap komposisi.

Metyr memperkenalkan diri sebagai nama baru yang layak diperhatikan di tengah derasnya arus musik keras yang terus berkembang. Dengan warna gelap, reflektif, dan penuh lapisan emosi, mereka mungkin menarik perhatian para penikmat post-black metal maupun pencinta musik atmosferik secara umum.

Source link