Rilisan Terbaru dari Raditomo: Mini Album ‘AH’
Dua tahun setelah merilis Split EP ‘Unadored’, musisi asal Medan Raditomo kembali hadir dengan karya baru. Kali ini, mini album terbarunya berjudul ‘AH’ memotret realitas kehidupan modern dengan cara personal, jujur, dan penuh sindiran terhadap tuntutan sosial.
Refleksi Kehidupan Modern
Dirilis secara digital pada 30 Mei 2026, ‘AH’ lahir dari kegelisahan generasi saat ini yang tumbuh dengan ekspektasi sederhana namun dihadapkan pada kenyataan yang rumit. Raditomo mengurai tekanan dalam setiap tahap kehidupan, mulai dari pencarian identitas remaja hingga tanggung jawab berkeluarga, dengan sudut pandang kritis terhadap fenomena sosial.
Mini album ‘AH’ memanfaatkan kata “AH” sebagai benang merah, mencerminkan ekspresi sindiran dan penghakiman yang kerap muncul dalam interaksi sehari-hari. Raditomo mengorek lapisan-lapisan tekanan yang dihadapi manusia dalam era terhubungnya kehidupan dengan media sosial dan budaya konsumsi.
Proses Produksi Kolaboratif
Proses pembuatan ‘AH’ melibatkan berbagai kolaborator kreatif, mulai dari Biggu sebagai ilustrator, fotografer Sidiq, hingga musisi Adrian Timothy dari Hosly Studio. Ada pula sejumlah nama seperti Galuh, Gvsdan, Fru, dan Nuh yang ikut berkontribusi dalam mini album ini.
Kontribusi para session player seperti Agnes, Lisker, Aldo, Obryan, Gabriel, Dana, dan F Boy Sinaga turut memperkaya elemen musik dalam ‘AH’. Dengan tema keresahan sehari-hari, ‘AH’ tidak hanya sekadar rekaman perjalanan pribadi Raditomo, melainkan juga cerminan kehidupan modern yang dipenuhi dengan komentar, ekspektasi, dan penilaian.
Mini album ‘AH’ kini sudah dapat dinikmati di berbagai platform streaming digital, mempersembahkan refleksi yang mendalam tentang kehidupan modern yang selalu diiringi oleh berbagai “ah” dalam pikiran banyak orang.

