I Defy: Kolaborasi Joan As Police Woman dan Krystle Warren

Joan As Police Woman Merilis Lagu “I Defy” Dalam Album Terbaru, ‘Real Life Evolution’

Dua dekade setelah merilis album debutnya, Joan As Police Woman kembali muncul dengan proyek baru yang menggugah. Musisi asal New York ini akan segera merilis album terbaru berjudul ‘Real Life Evolution’ pada 12 Juni 2026 melalui Reveal Records, label independen asal Inggris.

Pembukaan Kembali Lembaran Lama Lewat Lagu “I Defy”

Lagu baru Joan, “I Defy”, yang dinyanyikan bersama penyanyi dan penulis lagu Krystle Warren, telah diperkenalkan sebagai pengantar dari album tersebut. Meskipun bukan lagu baru, “I Defy” dari Joan hadir dengan aransemen yang segar dan memberikan pandangan baru terhadap karya-karya lamanya.

Ditambah dengan versi live dari lagu tersebut, direkam bersama gitaris Will Graefe dan drummer Jeremy Gustin dalam proyek “The Real Life Anniversary Sessions”, Joan memberikan sentuhan intim pada lagu-lagu dari album “Real Life”, termasuk “I Defy”.

Explorasi Baru Dari Katalog Lama

Joan merasa perlu merekam ulang lagu-lagu dari album debutnya dengan konsep yang berbeda. Bersama sejumlah musisi terkenal seperti Iggy Pop, Tony Scherr, dan lainnya, Joan menciptakan album ‘Real Life Evolution’ dengan sentuhan baru yang segar.

Bagi Joan, “I Defy” bukan hanya sekadar lagu. Lagu ini menggambarkan momen-momen pribadi dalam hidupnya, terutama saat bekerjasama dengan Anohni dalam menciptakannya.

Bersama Warren, Joan menemukan nuansa yang berbeda dari “I Defy” dalam versi live, menciptakan atmosfer hangat dan menenangkan namun tetap mempertahankan esensi emosional dari lagu tersebut.

Karier Panjang dan Eksplorasi Musikal Joan As Police Woman

Joan As Police Woman, yang sebelumnya dikenal sebagai pemain biola, telah menjelajahi berbagai genre musik selama kariernya. Dari soul, art rock, jazz, folk, hingga pop eksperimental, Joan tidak terkekang oleh batasan genre.

Dengan ‘Real Life Evolution’ dan lagu “I Defy”, Joan As Police Woman tidak hanya menghidupkan kembali katalog lamanya. Ia juga menunjukkan bagaimana sebuah karya tetap relevan dan berkembang seiring waktu. Nostalgia bukanlah untuk mengulang masa lalu, namun untuk menemukan kembali nilai-nilai yang membuat sebuah karya seni abadi hingga kini.

Sumber: Source link

Source link