Dukun Magang: Saat Logika Mahasiswa Teruji di Dunia Perdukunan

Geger! Mama Sinta Bawa Film Pesta Babi ke Polda Metro, Ketua LBH Merauke Dilaporkan

Raka Mahardika, mahasiswa tingkat akhir yang diperankan Jefan Nathanio, adalah tipikal anak muda yang menganggap dunia mistis tidak lebih dari dongeng. Masalah datang saat dosennya, Pak Arief, terus menolak proposal skripsinya. Terdesak, Raka akhirnya memilih topik penelitian tentang perdukunan di Desa Kalimati, sebuah desa terpencil dengan reputasi kuat dalam tradisi gaib.

Raka tidak pergi sendiri. Ia ditemani Boiman (Fajar Nugra), sahabatnya yang penakut namun setia, serta Sekar (Hana Saraswati), teman kampus yang justru berasal dari desa tersebut dan menjadi jembatan antara dunia modern dan tradisi lokal yang masih hidup di Kalimati.

Perjalanan Penelitian yang Membawa Teror

Niat awal Raka hanya mengumpulkan bahan penelitian. Namun situasi berubah drastis ketika mereka mulai menemukan ritual aneh, rumah-rumah tua menyimpan rahasia, dan warga desa yang tidak semuanya bersedia bicara terang-terangan. Mereka kemudian bertemu Mbah Djambrong (Adi Sudirja), dukun legendaris yang eksentrik sekaligus bijak, yang selama ini menjaga desa dari gangguan gaib.

Ketegangan memuncak ketika Raka tanpa sengaja memicu kemarahan Kuntilanak Hitam, entitas gaib yang sudah lama terkurung di Kalimati. Teror itu memaksa Raka mempertanyakan seluruh keyakinannya. Logika yang selama ini ia andalkan tidak lagi cukup untuk menjelaskan apa yang terjadi di depan matanya.

Proses Syuting yang Menantang

Jefan Nathanio mengakui proses syuting film ini menjadi pengalaman tersendiri, terutama soal kondisi lapangan di luar kota.

“Tantangan terbesar lebih ada di waktu syuting yang lumayan padat, karena di sana kita shooting di luar kota, yang di mana kita enggak tahu cuaca seperti apa. Karena itu salah satu tantangan terbesar juga sih, tapi selebihnya enjoy banget,” ujar Jefan.

Hana Saraswati, yang memerankan Sekar sebagai sosok cerdas dan percaya diri, menggambarkan karakternya sebagai figur yang berdiri di antara dua dunia.

“Menurut aku, Sekar itu karakter yang menarik karena dia punya sisi modern, tapi tetap dekat dengan budaya dan tradisi desanya. Aku mencoba memahami Sekar sebagai sosok yang melihat dunia mistis bukan hanya sebagai sesuatu yang menakutkan, tapi juga bagian dari kehidupan yang perlu dihargai,” ujar Hana.

Source link