Perunggu Akan Mengakhiri Tur “Pertunjukan Dalam Dinamika” di Bandung
Perunggu memilih Bandung sebagai titik terakhir tur “Pertunjukan Dalam Dinamika” bukan hanya karena reputasi kota itu dalam sejarah musik independen Indonesia. Bagi mereka, Bandung adalah ruang yang ikut membentuk arah musikal, selera mendengar, hingga perjalanan kreatif yang selama ini mereka jalani.
Bandung: Ruang Penting dalam Perjalanan Perunggu
Adam Adenan, bassis Perunggu, mengakui bahwa Bandung memainkan peran besar dalam hidupnya sebagai musisi. Ia tumbuh di lingkungan dengan budaya gig kecil dan skena independen yang aktif di Bandung. Vokalis dan gitaris Perunggu, Maul Ibrahim, juga mengungkapkan betapa pentingnya Bandung dalam membentuk kompas artistiknya.
Bandung bukan hanya tempat bertumbuh sebagai pendengar musik bagi Perunggu, tetapi juga sebagai inspirasi dari band-band lokal yang memengaruhi musikalitas mereka. Dalam beberapa lagu, Bandung bahkan hadir secara eksplisit sebagai bagian dari lirik.
Konser Penutup di Bandung
Pada konser penutup tur di Bandung, Perunggu akan menghadirkan kolaborator dari berbagai generasi dan genre. Nama-nama seperti Armand Maulana, Yura Yunita, Bernadya, dan Satria NB dari Pure Saturday akan tampil bersama mereka. Kolaborasi ini dianggap spesial bagi Perunggu, terutama keterlibatan Pure Saturday yang diakui sebagai band favorit Maul sepanjang hidupnya.
Konser “Pertunjukan Dalam Dinamika” di Bandung akan dirancang sebagai pengalaman pertunjukan yang menyeluruh, dengan perhatian pada tata cahaya, visual, aransemen lagu, dan transisi antar lagu. Perunggu mengajak penonton untuk menikmati momen tanpa terlalu sibuk dengan ponsel atau media sosial, agar pengalaman konser menjadi lebih personal dan berkesan.
Perunggu akan menutup tur “Pertunjukan Dalam Dinamika” di Bandung pada 23 Mei 2026 di Eldorado Sport & Convention Hall. Konser ini juga akan menampilkan penampilan pembuka dari Podcast Seminggu.

