BATDD (Bimbingan Anak Tersiap di Dunia) melanjutkan perjalanan narasi mereka dengan merilis “Tanggeria” setelah sebelumnya menghadirkan EP “Tamasya Dibuka”. Kini, pendengar diajak menyelami tema yang lebih reflektif, mengusung isu-isu kematian, kehilangan, dan proses pemulihan yang membentuk kehidupan baru. Lagu ini menggambarkan perjalanan batin Bapak Loket Berkumis yang menemukan harapan dari delusi yang selama ini membelenggunya.
Dalam “Tanggeria”, BATDD menggunakan pendekatan emosional yang lebih dalam untuk melanjutkan kisah dalam ruang imajiner yang sama. Melalui lirik-lirik yang penuh makna, lagu ini mengeksplorasi pertemuan antara ilusi dan realitas serta menyoroti peran Emily, sang apoteker berwujud manusia setengah katak, dalam proses pemulihan Bapak Loket Berkumis. Emily membawa elemen penyembuhan melalui simbol Biji Pohon Malampa, yang menjadi pusat perubahan dalam dunia Tanggeria.
Musikalitas “Tanggeria” juga menghadirkan eksplorasi yang berani. BATDD memainkan banyak lapisan suara dengan garis melodi dan ritme yang berbeda namun tetap bertemu dalam harmoni yang memikat. Dengan pola yang dinamis, lagu ini tidak hanya memperluas spektrum warna dalam komposisi mereka, tetapi juga menciptakan pengalaman mendalam bagi pendengar.
Selain ranah audio, aspek visual dari “Tanggeria” juga mendapat perhatian khusus. Mulai dari penggambaran hutan Tanggeria, Pohon Malampa, hingga momen penting dalam cerita, semua dihadirkan dalam bentuk visual yang unik. Dea, anggota BATDD, menerjemahkan imaji lagu ke dalam miniatur menggunakan tanah liat dan resin sebagai medium utama.
“Tanggeria” bukan hanya menjadi penutup dari EP “Tamasya Dibuka”, tetapi juga menjadi pengantar menuju album penuh bertajuk “TANGGERIA” yang sedang disiapkan. Dengan rilisan ini, BATDD merayakan kehidupan yang terus bergerak, bahkan setelah melalui fase kehilangan yang kompleks. Lagu ini sudah tersedia di berbagai platform streaming sejak 17 April 2026, dan dengan pendekatan naratif yang konsisten, BATDD terus mengajak pendengar untuk menjelajahi dunia imajiner yang mereka ciptakan.

