Penggunaan pupuk tambahan atau hormon perangsang buah dapat menjadi cara efektif untuk mempercepat proses pembungaan pada tanaman sirsak. Beberapa produk seperti pupuk fosfor tinggi atau zat pengatur tumbuh (ZPT) sering dimanfaatkan untuk merangsang munculnya bunga dalam waktu singkat. Namun, penggunaan ini harus dilakukan dengan hati-hati dan sesuai dosis yang dianjurkan, karena overdosis dapat mengganggu pertumbuhan tanaman dan berdampak negatif pada kesehatan pohon.
Tanaman sirsak membutuhkan paparan sinar matahari langsung minimal 6-8 jam setiap hari untuk tumbuh optimal dan menghasilkan buah berkualitas. Kurangnya cahaya matahari bisa membuat tanaman berlebihan memproduksi daun dan cabang, tanpa pembungaan yang optimal, sehingga produktivitas buah menurun atau tidak muncul sama sekali.
Serangan hama dan penyakit bisa menghambat proses pembungaan pada pohon sirsak, karena energi tanaman digunakan untuk melawan gangguan tersebut. Pengendalian hama seperti ulat, kutu daun, atau infeksi jamur perlu dilakukan secara teratur dan terjadwal. Penggunaan pestisida alami seperti ekstrak daun mimba atau bawang putih bisa menjadi solusi aman untuk menjaga kesehatan tanaman.
Tanah yang gembur, subur, dan kaya unsur hara penting dalam mendukung proses pembungaan dan pembuahan pohon sirsak. Penambahan bahan organik seperti kompos matang, sekam bakar, atau pupuk kandang bisa meningkatkan aerasi tanah dan kemampuan tanah menyimpan air serta nutrisi. Dengan kondisi tanah yang optimal, penyerapan nutrisi oleh tanaman akan lebih efisien, mempercepat pertumbuhan menuju pembentukan buah secara maksimal.

