Kasus dugaan pelecehan seksual yang melibatkan Syekh Ahmad Al Misry kembali mencuat ke publik, menimbulkan kekhawatiran luas. Korban-korban mulai memberikan pengakuan mengenai pola pendekatan pelaku dan tindakan tidak pantas yang diduga dilakukannya. Ustaz Abi Makki, perwakilan korban, mengungkap bahwa kasus ini sebenarnya sudah pernah ditangani pada tahun 2017. Meskipun pelaku sudah meminta maaf secara internal pada saat itu, dampak dari kasus tersebut masih terasa hingga sekarang. Pengakuan terbaru bahkan menunjukkan bahwa korban-korban dikabarkan diajak untuk menyaksikan konten tak senonoh dengan alasan-alasan yang tidak masuk akal, seperti menyeret nama Imam Syafi’i. Ustaz Abi Makki juga menyoroti penggunaan narasi agama untuk meredam penolakan dari korban, hal ini dinilai sensitif karena melibatkan figur-figur penting dalam sejarah Islam. Pendekatan yang dilakukan oleh Syekh Ahmad Al Misry disebut mulai dengan menawarkan kesempatan belajar ke luar negeri, terutama ke Mesir, yang dianggap menarik bagi para santri. Namun, harapan untuk belajar di Timur Tengah tersebut berubah menjadi pengalaman yang mengejutkan ketika terjadi dugaan tindakan tidak pantas.

