Beeswax kembali merilis album penuh setelah bertahun-tahun hanya merilis single secara sporadis sejak album ketiga mereka. Trio Beeswax yang terdiri dari Bagas Yudhiswa, Putra Vibrananda, dan R. Yanuar Ade Laksono merilis album bertajuk ‘Beeswax’ sebagai rangkuman perjalanan panjang mereka selama lebih dari satu dekade. Sebagai salah satu pelopor dalam skena midwest emo di Indonesia, khususnya di Jawa Timur, Beeswax telah mengalami berbagai perubahan dalam 12 tahun perjalanannya.
Band ini mulai sebagai proyek solo pada tahun 2014 sebelum berkembang menjadi kuartet di album kedua dan ketiga, dan kini kembali ke format trio. Dikenal dengan pendekatan terinspirasi oleh midwest emo era 1990-an hingga emo revival di dekade 2010-an, fondasi musikal Beeswax tetap kuat dalam album terbaru mereka. ‘Beeswax’ mempertemukan kembali materi lama dengan perspektif masa kini, mengolah ulang lagu-lagu dari rilisan awal yang sebelumnya ditulis saat para personel masih muda.
Album ini menampilkan 16 lagu dengan aransemen baru yang mencerminkan perubahan selera, pengalaman hidup, dan kedalaman emosi yang berkembang seiring waktu. Proses produksi album ini memakan waktu tiga bulan dan dilakukan secara mandiri oleh para anggota Beeswax. Single pertama, “The Bridge Of The Emptyness,” dirilis pada Februari 2026, diikuti oleh “Take Me Home” pada Maret. Fokus utama jatuh pada lagu “The Most Pathetic One On Planet” yang menampilkan kolaborasi dengan Alditsa Decca Nugraha dari Pee Wee Gaskins.
Dalam lagu tersebut, Beeswax menggambarkan pengalaman melihat penderitaan orang lain dari dekat. Proyek ini didukung oleh sejumlah tim kreatif di balik layar, dari kreatif hingga fotografer. Menyambut masa depan, Beeswax tidak memiliki rencana yang terlalu kaku, tetapi berharap untuk dukungan dari para penggemar mereka. Dengan album ini, Beeswax tidak hanya menceritakan masa lalu mereka, tetapi juga mengajak pendengar untuk memaknainya kembali dari sudut pandang yang lebih matang, membuka ruang bagi pendengar baru untuk memahami perjalanan mereka.

