Afloat, trio asal New Jersey, telah mengalami perkembangan dalam karakter musik mereka dengan menggabungkan elemen emo, punk, dan alt rock selama beberapa tahun terakhir. Mereka dikenal dengan permainan gitar yang energik dan chorus yang mudah diingat. Band ini berawal dari pertemuan antara Josh Rubeo dan Gabby Relos saat mereka kuliah di Rowan University. Mulai dari situ, mereka mulai merekam lagu dan tampil di skena DIY lokal, yang akhirnya membangun basis penggemar mereka secara bertahap.
Perjalanan musik mereka awalnya ditandai dengan perilisan EP debut ‘Self-titled’ pada tahun 2018, diikuti oleh ‘Never Me Always You’ pada 2019 dan ‘Where I Stand pada 2023’. Pada tahun sebelumnya, Afloat juga merilis single kolaboratif dengan Dummy Pass, sebelum bergabung dengan Mint 400 Records tahun ini. Kemitraan ini membuka jalan untuk rilis EP terbaru yang dijadwalkan akan hadir pada musim semi.
Single utama dari album terbaru Afloat berjudul “Knuckles“, telah diperkenalkan sebagai pengantar. Lagu ini menunjukkan keseimbangan antara kemampuan teknis band dan kecenderungan mereka untuk menulis melodi yang terbuka dan mudah dikenang. Permainan gitar khas Relos menjadi inti dari lagu ini, menghadirkan garis melodi emo yang kuat dan saling bertukar dengan bagian ritmis, menciptakan dinamika menarik dengan pola stop-start yang tak terduga.
Dari sisi lirik, Relos menyajikan sudut pandang pribadi dalam menggambarkan pergulatan dengan kecemasan dan upaya untuk mencari ruang bernapas. Liriknya menghadirkan gambaran situasi yang intens: pandangan kabur, ruangan yang berputar, dan kepanikan mendadak, semuanya dengan sentuhan optimisme bahwa segalanya akan baik-baik saja. Lirik ini menjadikan lagu ini jujur dan energik.
Selain lagu, Afloat juga merilis visualizer sebagai pelengkap yang memperkuat atmosfer yang mereka sajikan. Pendekatan ini memberikan kedalaman tambahan pada pendengar untuk menjelajahi dunia yang mereka buat. “Knuckles” telah dirilis secara luas pada 27 Maret melalui Mint 400 Records, membawa Afloat ke langkah berikutnya dalam menjangkau skena emo dan alt rock yang terus berkembang.

