Tidak perlu diragukan lagi, proyek solo Tuan Kelana kembali mencuri perhatian dengan mini album perdana berjudul ‘Hikayat’. Karya baru ini merupakan kelanjutan dari single sebelumnya yang sukses, “Mesra”, yang dirilis pada tahun 2024. Di balik nama Tuan Kelana, terdapat musisi bernama Heruwaldi Liswhanda yang berhasil menghadirkan karya artistik yang utuh dan melibatkan rasa pribadi yang kuat.
Dalam ‘Hikayat’, Tuan Kelana memberikan tafsir baru pada kata tersebut, tidak lagi hanya sebatas kisah kepahlawanan besar dalam sejarah atau legenda, tetapi juga mencakup ‘kepahlawanan kecil’ dalam kehidupan sehari-hari. Setiap lagu dalam mini album ini seperti bab cerita yang berdiri sendiri namun tetap terhubung dalam satu alur cerita yang kompleks. Dari penerimaan hingga refleksi terhadap konsekuensi dari pilihan hidup, lirik-liriknya disampaikan melalui aransemen modern yang menggabungkan berbagai pendekatan musikal.
Album dibuka dengan lagu “Insani” yang membawa pendengar pada perjalanan kontemplatif tentang penerimaan terhadap takdir. Sedangkan lagu kedua, “Penawar”, merangkum konsep rumah sebagai tempat perlindungan dalam hiruk pikuk kehidupan. “Buah Hati” dan “Buah Tangan” melanjutkan lapisan emosional mini album ini dengan melodi yang mudah diingat dan lirik yang mengena. Sedangkan “Durjana” sebagai penutup memberikan pesan peringatan akan dampak dari setiap tindakan yang diambil.
Seperti yang diungkapkan, ‘Hikayat’ bukan sekadar kumpulan lagu, melainkan sebuah perjalanan melalui berbagai fase kehidupan. Mini album ini telah tersedia di berbagai platform streaming musik digital untuk dinikmati oleh pendengar. Semua ini menunjukkan perkembangan artistik yang signifikan dari Tuan Kelana dan menjadi bukti akan dedikasinya dalam menciptakan karya yang bermakna.

