Grup rock asal Medan Timur, The ASID, kembali memperkenalkan karya terbaru dengan judul “Money”, menegaskan eksistensi mereka di dunia musik lokal setelah sukses merilis album debut “Back Where I Belong” pada akhir tahun sebelumnya. Band ini terdiri dari Anwar Sadad (vokal dan gitar), Fazil Iskandar (gitar), Andi Prayudi (bass), dan Sanders Gultom (drum), yang tetap setia pada arah musikal mereka yang mengandalkan rock n roll dengan sentuhan blues yang kuat dan kesan maskulin yang kuat.
Dalam lagu “Money” ini, The ASID masih mempertahankan nuansa rock klasik yang khas namun dengan intensitas yang lebih tinggi melalui distorsi yang tajam dan riff gitar yang unik. Aliran drum yang cepat dan chorus yang kuat membuat lagu ini begitu menarik. Anwar Sadad, sebagai penulis lagu, mengungkapkan bahwa “Money” terinspirasi oleh realitas kehidupan modern yang gejolak. Lirik lagu ini menggambarkan hubungan antara impian dan tekanan ekonomi serta peran penting uang dalam kehidupan sehari-hari.
Meskipun berbicara tentang uang, lagu ini bukan memuja materi melainkan menyampaikan refleksi jujur tentang realitas yang sulit dihindari. Dalam sudut pandang kelas pekerja, lagu ini mencerminkan kegelisahan dan kesulitan yang dihadapi sehari-hari, termasuk para musisi independen. Dengan menambahkan sentuhan Bahasa Batak di bagian akhir lagu, The ASID berhasil menyampaikan pesan tajam dan bertema politis.
Proses produksi lagu “Money” dilakukan dengan serius di Showbox Studio, Medan, dengan bantuan Tama Situmorang sebagai vokal latar dan Zaini Vila Putra sebagai engineer. Dari segi visual, ilustrasi single ini yang digarap oleh Yuhka Sundaya memberikan gambaran yang kuat tentang kerumitan dalam mengejar uang. The ASID, yang awalnya adalah proyek solo Anwar Sadad, kini telah berkembang menjadi sebuah band yang menunjukkan kualitas ekspresi, kejujuran lirik, dan kritik sosial yang kental, terus memupuk cinta mereka pada blues dan rock klasik.

