Dalam pembahasan tentang akhir zaman, salah satu tanda besar kiamat yang diimani oleh Ahlussunah wal Jamaah adalah kemunculan Dajjal. Keberadaan Dajjal termasuk dalam perkara ghaib yang diyakini berdasarkan keterangan Al-Qur’an dan hadits sahih. Dalam prinsip akidah Ahlussunah, tanda-tanda kiamat harus diyakini sesuai dengan riwayat yang sahih, termasuk keluarnya Dajjal dan turunnya Nabi Isa ibn Maryam ‘alaihissalam.
Syekh Abu Ja’far at-Thahawy dalam Al-‘Aqidah at-Thahawiyah menguatkan keyakinan akan tanda-tanda kiamat, termasuk keluarnya Dajjal, turunnya Isa ibn Maryam ‘alaihis salam dari langit, munculnya matahari dari arah barat, dan keluarnya binatang bumi dari tempatnya. Rasulullah SAW juga memperingatkan tentang munculnya para pendusta menjelang kiamat.
Dajjal secara bahasa berasal dari kata dajjala yang berarti menutupi atau memalsukan. Dajjal digambarkan sebagai sosok nyata dalam banyak hadits sahih, bukan hanya sebagai simbol. Rasulullah SAW menjelaskan ciri fisik Dajjal dalam hadits, di mana ia adalah seorang pria pendek, keriting, buta sebelah, dan memiliki mata yang terhapus tidak terlalu menonjol. Dajjal akan muncul dari wilayah timur, membawa fitnah besar dengan kejadian luar biasa yang menguji iman manusia.

